Capello Larang Negosiasi Transfer

Kompas.com - 13/05/2010, 07:19 WIB

LONDON, KOMPAS.com — pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello, menyatakan melarang pemainnya melakukan negosiasi transfer sebelum Piala Dunia 2010 Afrika Selatan selesai pada 11 Juli mendatang. Menurutnya, negosiasi pada masa Piala Dunia akan merusak fokus pemain dan berdampak buruk bagi Inggris.

Kekhawatiran Capello cukup beralasan bila melihat banyak pemainnya yang dicecar media Inggris dengan pemberitaan seputar transfer. Beberapa di antaranya ialah Steven Gerrard, James Milner, Matthew Upson, Michael Carrick, Emile Heskey, dan Shaun Wright-Phillips. Entah bakal terealisasi atau tidak, prediksi itu tetap mengusik pikiran pemain.

Gerrard adalah salah satu bintang dalam gosip bursa transfer kali ini. Krisis ekonomi yang mendera Liverpool membuat media Inggris terus meragukan kekuatan klub untuk mendapatkan uang tanpa menjual pemain-pemain topnya.

Mengingat Gerrard merupakan simbol Liverpool, rumor itu membuat pendukung dan pelatih Rafael Benitez gerah. Dalam waktu dekat ini, Liverpudlian sudah mengatur pertemuan dengan Ketua Federasi Sepak Bola Inggris (FA) Richard Scudamore untuk mendiskusikan kemungkinan liga ikut campur dalam urusan klub.

Entah berapa kadarnya, reaksi besar seperti itu bakal mengusik Gerrard. Selama ini ia memang mengatakan akan bertahan. Namun, kondisi ekonomi klub membuat publik sulit memercayainya seratus persen. Hal seperti inilah yang menurut Capello ingin dihindari.

"Negosiasi transfer adalah salah satu masalah yang tak ingin saya hadapi. Saya berharap, para pemain yang bersama kami di Afrika Selatan tak berganti tim atau melakukan negosiasi," ungkap Capello. (MIR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau