Penggerebekan teroris di solo

Toko Aki Itu Diduga Gudang Senjata

Kompas.com - 13/05/2010, 12:51 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Rumah kontrakan yang dijadikan toko aki oleh tersangka anggota jaringan terorisme di Dukuh Gondang, Desa Baki, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, diduga sebagai tempat penyimpanan atau gudang senjata api.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian perkara, di Dukuh Gondang, Sukoharjo, Kamis (13/5/2010), diketahui bahwa sejumlah petugas kepolisian yang mendatangi toko aki milik tersangka anggota terorisme itu, terlihat mengambil barang bukti berupa senjata api dan ratusan amunisi.

Harto Sarwono (45), warga Dukuh Gondang, sempat dijadikan saksi saat anggota kepolisian mengambil dan membawa barang bukti berupa dua sejata api jenis revorper dan senjata laras panjang M-16 serta ratusan amunisi berbagai ukuran dari dalam toko tersebut.

Polisi saat masuk ke rumah kontrakan yang dijadikan usaha toko aki itu pada sekitar pukul 08.00 WIB, meminta warga sekitar untuk menjauh dari lokasi. Setelah itu, polisi yang diduga anggota Densus 88, memanggil Kepala Desa Baki Parjiyo dan saksi ke lokasi kejadian untuk menyaksikan barang bukti senjata api yang disimpan tersangka anggota terorisme di toko itu.

Menurut Kepala Desa Baki Parjiyo, rumah yang dikontrakan tersebut milik Ari Wibowo warga Desa Nganggroh, Cemani Sukoharjo. Rumah itu sudah dikontrak sejak tiga bulan lalu oleh tiga orang tanpa memberikan identitasnya.

Oleh karena itu, warga sekitar tidak tahu siapa nama pengontraknya. Bahkan, warga tidak tahu kalau di tempat itu sempat dipakai untuk menyimpan senjata api.

Sementara informasi dari petugas kepolisian setempat, tiga orang yang diduga anggota terorisme tersebut adalah Joko Purwanto alias Torik, Abdul Hamid dan Erwin.

Ketiganya berhasil ditangkap petugas kepolisian di tiga lokasi yang berbeda. Joko Purwanto ditangkap di Pasar Purbayan Sukoharjo, Abdul Hamid di Pasar Jungke, Laweyan Solo, dan Erwin diringkus di Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi, Solo.

Ketiga tersangka yang diduga anggota terorisme tersebut sudah dibawa ke Jakarta oleh kepolisian melalui Bandara Adi Sumarmo Solo, Kamis (13/5) pagi. 

Sementara di lokasi kejadian di toko aki Dukuh Gondang kini masih menjadi tontonan masyarakat sekitar, sehingga jalan raya dari arah Solo ke Baki sempat macet.

Toko aki yang dijadikan tempat penyimpanan senjata api itu kini dipasangi "police line" dan dijaga ketat pasukan Brimob Sukoharjo, sehingga masyarakat tidak bisa mendekat ke lokasi.     

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau