Otomotif award 2010

Honda Freed Menyeruak di Tengah-tengah Toyota

Kompas.com - 14/05/2010, 03:21 WIB

Penghargaan merupakan buah pencapaian. Bagi mereka yang belum meraihnya, tentu penghargaan merupakan modal untuk memacu motivasi lebih kuat lagi dan bekerja lebih giat lagi. Itulah dunia persaingan yang tak kenal lelah dilakukan prinsipal otomotif.

Walaupun Car of the Year versi Otomotif Group diraih Honda Freed, ternyata tidak kurang delapan penghargaan kategori mobil disabet Toyota dalam Otomotif Award Tahun 2010. Penghargaan diterima langsung oleh Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto pada Otobursa 2010 di Parkir Timur Senayan, Sabtu (8/5) malam.

Toyota Avanza, Vios, Kijang Innova, Camry, Hilux, dan Prius berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya dalam gelaran Otomotif Award yang telah memasuki tahun ketiganya. Toyota Avanza, kendaraan pilihan masyarakat Indonesia yang belum lama ini melansir varian terbaru Toyota Avanza 1.3 E, dengan transmisi otomatis, berhasil menjadi jawara di kelas Mini MPV, mengalahkan pesaing lainnya.

Sementara Toyota Vios yang mengusung slogan ”Fuel Saver and Speed Maker” tidak ketinggalan berhasil kembali keluar menjadi yang terbaik di kelas small sedan, Toyota Vios mengulangi kembali kejayaannya di tahun sebelumnya dengan kembali menempati posisi terbaik.

Di tengah semakin banyaknya pesaing di kelas small sedan, Toyota Vios berhasil tetap mempertahankan posisinya sebagai pilihan utama. Keberhasilan Toyota Vios juga diikuti Toyota Camry setelah berhasil menjadi The Best Full Sedan.

Keberhasilan terbesar diraih kendaraan terbaik pilihan keluarga Indonesia Toyota Kijang Innova, dengan dua kategori penghargaan. Kijang Innova menjadi yang terbaik di kelas mid MPV. Selain itu, Kijang Innova pun menjadi yang terbaik di kelas MPV diesel.

Toyota juga menerima tiga special award yang masing-masing diberikan kepada Toyota Hilux Double Cab sebagai Best Budget D-Cab, Toyota Prius sebagai Eco Friendly Car, dan Auto 2000 sebagai Best Body Repair dan Repaint Service. Secara total, delapan penghargaan menjadikan Toyota sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) dengan penghargaan terbanyak kategori mobil.

”Merupakan sebuah kebanggaan menerima penghargaan ini, terima kasih kepada semua pihak, baik media dan masyarakat, atas kepercayaannya selama ini kepada produk dan layanan Toyota. Semua masukan ini akan kami jadikan pijakan untuk selalu memberikan yang terbaik,” kata Joko Trisanyoto.

Managing Editor M Arief Adrianto menjelaskan, tim penilai memilih Honda Freed sebagai Car of the Year dengan berbagai pertimbangan, mulai dari konsumsi bahan bakar, performa mesin, akomodasi, style, dan harga jual serta diberikan lagi penilaian yang semakin menyingkirkan kompetitornya, yaitu kenyamanan dan kebaruan serta kemassalan.

”Lima penilaian pertama memang banyak mobil bisa meraihnya. Namun, begitu masuk ke kriteria penilaian berikutnya, satu per satu finalis rontok. Finalis yang gugur adalah Chevrolet Cruze, Audi A4, dan VW Golf,” kata Odeng, panggilan akrab Arief.

Tahun 2010, penilaian unik juga dilakukan terhadap kepuasan konsumen dalam penggunaan bahan bakar yang jatuh pada perusahaan Shell. Sementara Best Innovation and Aftersales Satisfaction Service diraih PT Honda Prospect Motor dan Best Body Repair and Repaint Service diraih Auto 2000.

Untuk kategori sepeda motor, penghargaan Rookie of the Year alias pendatang baru yang mampu menggebrak pasar atau sedikitnya hasil survei menunjukkan publik tergoda membeli diraih oleh Honda Vario CBS Techno dan Bike of the Year diraih Yamaha New V-Ixion 150. (Stefanus Osa)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau