JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo belum ingin menanggapi secara resmi seluruh rekomendasi hasil investigasi kasus Koja, Jakarta Utara. Tanggapan resmi akan disampaikannya setelah dia menerima seluruh rekomendasi tertulis dari tim.
Fauzi Bowo baru menerima rekomendasi hasil investigasi tertulis dari Palang Merah Indonesia (PMI), Jumat (14/5/2010). "Besok kami akan berikan pernyataan resmi. Semua pertanyaan akan kami jawab besok. Jelas?" kata Fauzi Bowo ketika ditanya wartawan terkait rekomendasi kasus Koja di Kantor PMI.
Selain PMI, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga membentuk tim investigasi kasus Koja.
Seluruh tim investigasi bekerja sesuai kompetensi masing-masing untuk menyelidiki kasus yang menewaskan tiga warga dan melukai sekitar 200 orang tersebut. Adapun tim Investigasi Kemanusiaan PMI menyampaikan rekomendasi langsung ke Fauzi Bowo yang hadir di Kantor PMI di Jakarta.
Ketua PMI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa peristiwa berdarah itu tak lepas dari kesalahan PT Pelindo, pemerintah daerah, dan pihak yang mengaku ahli waris tanah eks Tempat Pemakaman Umum Dobo.
Salah satu butir rekomendasi PMI adalah meminta agar pemerintah menyelesaikan sengketa tanah di lahan eks TPU Dobo. Sengketa inilah yang menjadi pemicu utama peristiwa di Koja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang