Senin, SBY ke Singapura dan Malaysia

Kompas.com - 14/05/2010, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Singapura dan Malaysia pada 17 hingga 19 Mei mendatang.

Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (14/5/2010), mengatakan, sejumlah agenda sudah disiapkan untuk dibahas Kepala Negara bersama PM Singapura dan PM Malaysia.

"Selama di Singapura, Presiden akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam acara Leaders Retreat dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang didampingi para menteri," katanya.

Dino menjelaskan, selama pertemuan antarkedua kepala pemerintahan itu akan dibicarakan berbagai hal di bidang ekonomi, investasi, dan perdagangan, serta batas maritim dan kerja sama patroli di Selat Malaka.

"Kedua pemimpin juga akan me-review kerja sama yang telah dicapai selama ini serta langkah-langkah ke depan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kerja sama tersebut," katanya.

Sementara di Malaysia, Presiden akan menghadiri forum konsultasi Indonesia-Malaysia. Dalam konsultasi tahunan itu, Presiden akan bertemu dengan PM Malaysia Datuk Seri Mohd Najib Tun Abdul Razak. "Akan membahas hubungan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, tenaga kerja, dan pariwisata," katanya.

Menurut Dino, pada hari yang sama, Presiden juga akan menerima kunjungan kehormatan dari Ketua World Islamic Economic Forum Tun Musa Hitam. Pada hari kedua, 19 Mei 2010, Presiden akan menghadiri dan menyampaikan pidato pada Forum Islam Dunia ke-6 di Kuala Lumpur Convention Centre.

Presiden dijadwalkan berangkat pada Senin (17/5/2010) didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono menuju Singapura dan Selasa (18/5/2010) menuju Kuala Lumpur. Presiden dan rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Rabu (19/5/2010).

Volume perdagangan RI-Singapura 2009 berjumlah 58,5 miliar dollar Singapura, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 75,17 miliar dollar Singapura sebagai akibat krisis ekonomi global. Sementara itu, investasi Singapura di Indonesia pada 2009 menunjukkan peningkatan, yaitu sebesar 4,3 miliar dollar AS, menduduki peringkat pertama realisasi PMA di Indonesia. Sementara pada 2008, investasi Singapura di Indonesia berjumlah 1,48 miliar dollar AS.

Volume perdagangan Indonesia-Malaysia 2009 berjumlah 12,50 dollar AS, menurun dibandingkan 2008, yaitu 15,35 miliar dollar AS. Sementara itu, investasi Malaysia di Indonesia pada 2009 berjumlah 129,32 juta dollar AS, menduduki peringkat 10 dalam realisasi PMA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau