BANGKOK, KOMPAS.com — Militer Thailand menyangkal menembak seorang jenderal pembangkang yang bersekutu dengan para pengunjuk rasa "Kaus Merah".
"Apa yang terjadi pada dia sungguh tidak terduga," kata Kolonel Dithaporn Sasasmit, juru bicara militer yang menjalankan Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), Jumat (14/5/2010).
Dia menambahkan, pimpinan militer telah memerintahkan seluruh prajurit tidak menggunakan senjata untuk menghadapi orang yang tidak bersenjata.
"Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol, yang dikenal sebagai Seh Daeng, berada dalam kondisi koma di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit lokal dan peluangnya kecil untuk selamat," kata direktur rumah sakit itu.
Jenderal berusia 58 tahun itu ditembak pada Kamis malam saat diwawancarai wartawan tidak jauh dari lokasi, di mana ribuan orang pendukung Kaus Merah melakukan unjuk rasa terhadap pemerintah dalam dua bulan terakhir.
Dia adalah seorang tokoh pendukung kelompok Kaus Merah yang dapat bergerak secara bebas keluar masuk lokasi perkemahan para pengunjuk rasa dan bertemu dengan para wartawan sekalipun dicari oleh polisi.
Juru bicara ISOC mengemukakan keterkejutannya, polisi telah gagal untuk menahan Seh Daeng.
Penembakan jenderal itu bertepatan dengan upaya pemerintah menutup lokasi unjuk rasa dengan menghentikan aliran listrik dan menutup jalan. Militer telah memperingatkan bahwa mereka akan menempatkan para penembak jitu.
PM Abhisit Vejjajiva telah menuduh Seh Daeng, yang dibebaskan dari tugas pada Januari, mencoba mencegah berakhirnya aksi unjuk rasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang