Militer Menyangkal Menembak Jenderal

Kompas.com - 14/05/2010, 15:40 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com — Militer Thailand menyangkal menembak seorang jenderal pembangkang yang bersekutu dengan para pengunjuk rasa "Kaus Merah".

"Apa yang terjadi pada dia sungguh tidak terduga," kata Kolonel Dithaporn Sasasmit, juru bicara militer yang menjalankan Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), Jumat (14/5/2010).

Dia menambahkan, pimpinan militer telah memerintahkan seluruh prajurit tidak menggunakan senjata untuk menghadapi orang yang tidak bersenjata.

"Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol, yang dikenal sebagai Seh Daeng, berada dalam kondisi koma di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit lokal dan peluangnya kecil untuk selamat," kata direktur rumah sakit itu.

Jenderal berusia 58 tahun itu ditembak pada Kamis malam saat diwawancarai wartawan tidak jauh dari lokasi, di mana ribuan orang pendukung Kaus Merah melakukan unjuk rasa terhadap pemerintah dalam dua bulan terakhir.

Dia adalah seorang tokoh pendukung kelompok Kaus Merah yang dapat bergerak secara bebas keluar masuk lokasi perkemahan para pengunjuk rasa dan bertemu dengan para wartawan sekalipun dicari oleh polisi.

Juru bicara ISOC mengemukakan keterkejutannya, polisi telah gagal untuk menahan Seh Daeng.

Penembakan jenderal itu bertepatan dengan upaya pemerintah menutup lokasi unjuk rasa dengan menghentikan aliran listrik dan menutup jalan. Militer telah memperingatkan bahwa mereka akan menempatkan para penembak jitu.

PM Abhisit Vejjajiva telah menuduh Seh Daeng, yang dibebaskan dari tugas pada Januari, mencoba mencegah berakhirnya aksi unjuk rasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau