Kerusuhan koja

PMI: Media Berperan Bangkitkan Emosi

Kompas.com - 14/05/2010, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Investigasi Kemanusiaan Palang Merah Indonesia menilai media elektronik berperan dalam mengundang emosi pemirsa. Sejumlah media secara terang-terangan menayangkan langsung adegan kekerasan bentrokan yang terjadi di Koja, Jakarta Utara, 14 April lalu.

Tayangan ini kemudian turut menyulut emosi warga yang datang ke lokasi. Bentrok antara warga dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja dibantu polisi itu akhirnya menewaskan tiga warga dan melukai 231 orang

"Tayangan itu sangat sadis. Tidak etis menjadi tontonan banyak orang," tutur Ketua Tim Investigasi Kemanusiaan PMI Ulla Nuchrawaty, Jumat (14/5/2010), ketika memberikan penjelasan hasil invesigasi di Jakarta.

Sebagian pemberitaan media, kata Ulla, mengarah pada penggusuran makam eks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dobo. Padahal, pemerintah hanya akan menertibkan bangunan tak berizin di sekitar makam.

Dalam salah satu rekomendasinya, PMI meminta agar media massa dapat memberikan informasi yang obyektif. Media, katanya, seharusnya memberikan rasa aman dan damai kepada seluruh masyarakat. (NDY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau