JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Investigasi Kemanusiaan Palang Merah Indonesia menilai media elektronik berperan dalam mengundang emosi pemirsa. Sejumlah media secara terang-terangan menayangkan langsung adegan kekerasan bentrokan yang terjadi di Koja, Jakarta Utara, 14 April lalu.
Tayangan ini kemudian turut menyulut emosi warga yang datang ke lokasi. Bentrok antara warga dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja dibantu polisi itu akhirnya menewaskan tiga warga dan melukai 231 orang
"Tayangan itu sangat sadis. Tidak etis menjadi tontonan banyak orang," tutur Ketua Tim Investigasi Kemanusiaan PMI Ulla Nuchrawaty, Jumat (14/5/2010), ketika memberikan penjelasan hasil invesigasi di Jakarta.
Sebagian pemberitaan media, kata Ulla, mengarah pada penggusuran makam eks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dobo. Padahal, pemerintah hanya akan menertibkan bangunan tak berizin di sekitar makam.
Dalam salah satu rekomendasinya, PMI meminta agar media massa dapat memberikan informasi yang obyektif. Media, katanya, seharusnya memberikan rasa aman dan damai kepada seluruh masyarakat. (NDY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang