Teroris

Baru Keluarga Saptono yang Cek

Kompas.com - 14/05/2010, 22:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Jumat (14/5/2010), hanya keluarga Saptono mengunjungi RS Polri Sukanto, Kramat Jati, untuk mengecek kelima jenazah terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror, Rabu (12/5/2010).

Pihak keluarga diwakili saudara tertua Saptono, yaitu Awal Purwono. Awal datang ke ruang Instalasi Forensik Kepolisian (IFK) sekitar pukul 09.30. Ia datang untuk memberikan keterangan ciri-ciri fisik Saptono alias Pak Tuo. "Ada tahi lalat di pipi sebelah kiri," kata Awal saat ditemui wartawan tadi pagi.

Bahkan, Awal mengaku menerima kematian adiknya itu. "Iya saya terima karena itu bagian dari takdir dan bagian dari risiko perjuangan. Itu jalan yang dipilih oleh adik saya," tukas Awal yang mengenakan kemeja coklat.

Sepanjang hari ini hanya keluarga Saptono yang datang ke rumah sakit. Sampai berita ini diturunkan, belum ada kerabat dari Danu Ramdani, Maulana, Ujang Michordi, dan satu jenazah lain yang datang ke rumah sakit.

Sementara wartawan peliput dari media cetak dan elektronik telah beranjak dari sekitar ruang IFK.

Pantauan Kompas.com, penjagaan pun mulai terlihat longgar. Tak ada lagi aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu ruang IFK seperti yang dilakukan pada pagi tadi. Mereka tetap berjaga, tetapi di samping ruangan.

Meski begitu, garis polisi masih terbentang di samping kamar duka yang berada tepat di depan ruang IFK. Seperti diberitakan, kelima jenazah merupakan hasil penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror di Cawang dan Cikampek pada Rabu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau