MILAN, KOMPAS.com — Pelatih AC Milan Leonardo mengumumkan, ia dan klub sudah memutuskan mengakhiri kerja sama. Ia mengaku cukup puas bisa memberikan Milan tiket Liga Champions.
Leonardo melatih Milan akhir musim lalu menggantikan Carlo Ancelotti. Milan memberinya target minimal lolos tiga besar dan Leonardo berhasil memberikannya. Milan pasti berada di urutan ketiga karena dengan satu laga tersisa, Milan mengoleksi 67 poin atau unggul empat angka dari Sampdoria di tempat keempat.
Untuk klub dengan reputasi sebesar Milan, prestasi itu memang tidak memadai. Apalagi, dalam lima laga terakhir, Milan cuma mendulang satu kemenangan dan sekali seri. Meski begitu, mengingat Leonardo adalah pelatih debutan, finis di tiga besar Serie A bukanlah pencapaian buruk.
"Kami berada di sini untuk mengumumkan bahwa kami berpisah dengan kesepakatan bersama, dalam sikap yang tenang, seperti selalu terjadi dalam relasi kami selama bertahun-tahun," ungkap Leonardo.
"Tak ada kejutan. Segalanya jelas hari ini. Kami sudah sampai pada akhir. Tujuan Liga Champions, yang sangat saya inginkan, sudah tercapai dan kami memutuskan (berpisah) secara resmi. Waktu untuk mengakhiri petualangan ini telah tiba," ungkap Leonardo.
Sebelumnya, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani mengatakan, Leonardo mengakhiri karier kepelatihan di Milan karena ingin berkumpul bersama keluarganya di Brasil. Namun, media-media Italia menilai, Leonardo meninggalkan Milan karena klub tidak puas dengan performanya.
Sebelum betul-betul meninggalkan San Siro, Leonardo akan memimpin laga Serie A terakhir Milan musim ini melawan Juventus, Sabtu (15/5/2010). Tentu saja hanya kemenangan yang bisa membuat pesta itu tidak berakhir suram. (SUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang