Chelsea Siap Catatkan Sejarah

Kompas.com - 15/05/2010, 04:53 WIB

London, Jumat - Chelsea bertekad mencatatkan sejarah saat juara Liga Primer ini menghadapi Portsmouth di final Piala FA, Sabtu (15/5). Jika menang, pasukan Carlo Ancelotti akan menjadi satu dari hanya tujuh tim yang meraih gelar dobel di liga dan Piala FA dalam satu musim.

Ancelotti percaya, kesempatan untuk menuliskan bab unik dari sejarah Chelsea akan cukup memberi para pemainnya motivasi yang mereka butuhkan. Dengan gelar Liga Inggris sudah di tangan setelah menghancurkan Wigan Athletic 8-0 pada pertandingan terakhir kompetisi, para pemain Chelsea akan menghadapi tim yang menghuni dasar klasemen, Portsmouth, dengan kepercayaan diri tinggi.

”The Blues” menjadi favorit kuat untuk menjadi tim pertama yang meraih gelar dobel di kompetisi domestik Inggris sejak Arsenal pada 2002. Ancelotti pekan ini menyiapkan pasukannya untuk fokus menghadapi laga di Stadion Wembley, London, guna merebut gelar Piala FA yang ketiga dalam empat musim terakhir.

”Para pemain tahu dengan pasti bagaimana bersiap menghadapi laga ini. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memenangi gelar dobel. Ini adalah yang pertama untuk klub ini dan kami bisa melakukannya,” kata Ancelotti. ”Kami fokus untuk menghadapi laga ini, setiap orang tahu betapa pentingnya kompetisi ini dan saya gembira karena tim bermain bagus akhir-akhir ini.”

Chelsea sangat kuat di semua lini dan semakin perkasa dengan kembalinya bek kiri Ashley Cole yang membuat lini belakang mereka sangat sulit ditembus. Apalagi, kapten John Terry dipastikan bakal bermain setelah dikhawatirkan bakal absen karena cedera.

Bukan hanya di lini depan, The Blues juga sangat subur dari lini tengah. Gelandang Frank Lampard mencetak 22 gol dari lini tengah, sementara Didier Drogba mencetak 29 gol sebagai pemain tersubur Liga Inggris musim ini.

Kelemahan Chelsea adalah penampilan yang kurang konsisten penjaga gawang Petr Cech musim ini, berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Gelandang Michael Ballack juga tampil kurang bagus.

Meski terdegradasi dari Liga Primer, Portsmouth terkadang memainkan sepak bola yang luar biasa, terutama sejak Avram Grant menggantikan Paul Hart sebagai pelatih November lalu. Kiper David James juga sering tampil luar biasa di bawah mistar, sementara Aaron Mokoena layaknya benteng di lini pertahanan.

Meski menjadi favorit kuat, Ancelotti memperingatkan para pemainnya agar tidak meremehkan Portsmouth yang bisa menembus Wembley meski menghadapi masalah besar di dalam dan luar lapangan. ”Kami harus menghormati Portsmouth karena terdegradasi, tetapi mereka layak bermain di final ini,” kata pelatih asal Italia ini. ”Mereka bermain bagus melawan Tottenham di semifinal sehingga kami harus bertarung melawan mereka untuk memenangi laga ini.”

Portsmouth mengejutkan sepak bola Inggris saat mengalahkan Tottenham pada laga semifinal. Grant, mantan Pelatih Chelsea, sangat berambisi mempermalukan klub yang memecatnya dua tahun lalu itu. Pelatih asal Israel tersebut dipecat meski berhasil membawa Chelsea ke final Liga Champions dan nyaris menjadi juara andai saja John Terry tidak gagal melesakkan penalti ke gawang Manchester United.

”Seberapa dekat dari memenangi Liga Champions? Sebuah penalti. Saya bisa mengatakan dengan jujur bahwa saya tidak gembira dengan perlakuan mereka terhadap saya. Banyak hal negatif terjadi, sesuatu yang sangat sulit untuk dilupakan,” kata Grant. (afp/reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau