AS Desak Thailand Cari Jalan Damai

Kompas.com - 15/05/2010, 07:03 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat, Jumat (14/5), mendesak semua pihak yang terlibat dalam krisis politik di Thailand untuk menahan diri dan menyelesaikan perbedaan di antara mereka secara damai.

Pasukan keamanan Thailand menembaki para pengunjuk rasa, Jumat, setelah pihak militer mengepung tempat para pengunjuk rasa yang luas di jantung kota Bangkok sehingga memicu pertempuran sengit yang menewaskan 10 orang dan melukai 125 orang lainnya. "Kami sangat prihatin dengan situasi di Thailand," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, kepada wartawan.

"Kami terus mendorong setiap pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mencari jalan bekerja secara damai melalui perbedaan-perbedaan ini dan melakukannya dengan cara yang memperkuat lembaga-lembaga demokratis," tambah Crowley.

Bentrokan di Bangkok itu terjadi setelah Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, menangguhkan rencana pemilihan umum bulan November dan harapan pun pudar bagi tercapainya resolusi atas krisis politik yang telah berjalan dua bulan serta melumpuhkan dan telah memicu kekerasan.

Amerika Serikat, Kamis, menutup kedutaannya di Bangkok dan mengatakan pihaknya sangat prihatin atas kekerasan antara pemerintah Thailand dengan para pengunjuk rasa. Crowley mengatakan, kantor kedutaan akan ditutup hingga akhir pekan dan mungkin sampai Senin depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau