JK: Calon Menkeu Kecenderungannya Perempuan

Kompas.com - 15/05/2010, 14:17 WIB

SUMEDANG, KOMPAS.com -  Mantan Wakil Presiden RI, yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Muhammad Jusuf Kalla, menyatakan Menteri Keuangan yang akan menggantikan Sri Mulyani Indrawati kecenderungannya adalah seorang perempuan.

Sebab, sejak dulu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang menghendaki keterwakilan perempuan di kabinet adalah minimal empat orang. Oleh sebab itu, mundurnya Sri Mulyani Indrawati akan digantikan oleh seorang perempuan agar jumlahnya tetap empat orang menteri yang berasal dari perempuan.

Demikian disampaikan Jusuf Kalla saat ditanya pers, seusai meresmikan Pusat Air dan Sanitasi Darurat Palang Merah Indonesia di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2010) siang ini.

"Siapa saja. Tidak soal dari dalam ataupun dari luar kabinet. Namun, apakah dari dalam atau dari luar berarti pemerintah harus tambah personil untuk kabinet," tandasnya.

Kalla sendiri tidak merinci siapa calon Menkeu yang kecenderungannya adalah seorang perempuan. Ia tidak merinci lagi siapa orang yang dimaksud itu.

Dari nama-nama yang beredar, sejauh ini ada nama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana yang kuat bakal diajukan.  Nama lain adalah Kepala Badan Analisa Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau