Longsor bandung-sumedang

Penanganan Longsor Berbekal Pacul

Kompas.com - 15/05/2010, 21:36 WIB

SUMEDANG, KOMPAS.com — Walau longsor sudah berlangsung sejak sore dan kemacetan juga sudah menjadi-jadi sampai berkilo-kilometer, penanganan longsor tetap tak memadai. Berdasarkan informasi dari para pejalan kaki yang melewati salah satu titik longsor, penanganan longsor hanya menggunakan cangkul.

"Tadi saya lihat hanya menggunakan cangkul untuk mengeruk longsoran. Alat berat tidak terlihat, saya dengar alat berat tidak sedang berada di lokasi. Harusnya standby, tapi katanya kemarin malah dibawa ke Sumedang," kata seorang warga yang melintas pada Sabtu (15/5/2010) malam ini.

Hingga saat ini, Tim Survei Kompas untuk Jelajah Sepeda Jakarta-Surabaya masih berada di belakang longsoran atau belum mencapai titik longsoran karena parahnya kemacetan di jalur yang meliuk-liuk naik turun ini. Longsor terjadi di jalur Bandung-Sumedang, sekitar 30 kilometer dari Bandung atau sekitar 16 kilometer dari Sumedang.

Bahkan, sepeda motor tidak bisa melewati jalan yang terkena longsor dan banyak yang terpaksa menembus jalan pintas lewat jalan-jalan kampung yang terjal. Sebagian kendaraan sejak sore sudah berbalik arah, mengurungkan niatnya menuju Sumedang dan berbalik menuju Bandung. Para sopir kendaraan hanya menunggu datangnya alat berat untuk memulihkan jalur yang terkena longsor.

Hingga Sabtu pukul 21.30, ketika berita ini dibuat, di ruas jalan yang terkena macet, warga yang ingin pergi ke Sumedang atau sebaliknya terpaksa berjalan kaki belasan hingga puluhan kilometer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau