Lapangan Memble, Terry Kecewa Wembley

Kompas.com - 16/05/2010, 00:00 WIB

WEMBLEY, KOMPAS.com — Kapten Chelsea John Terry kecewa meski timnya menjadi juara Piala FA. Ia mengeluhkan buruknya kondisi lapangan di Stadion Wembley.

Stadion di barat laut London itu selalu menjadi tempat final Piala FA. Namun, stadion yang dibuka kembali pada 2007 itu bukan hanya untuk pertandingan sepak bola. Arena terbesar kedua di Inggris tersebut juga sering digunakan untuk acara-acara akbar lain, seperti konser musik dan balapan.

Pada pertandingan semalam, Terry mengeluhkan kondisi lapangan yang berpasir dan tidak sesuai standar nasional. "Lapangan merusak final. Ini mungkin lapangan terburuk yang pernah kami dapati sepanjang tahun," kata Terry. "Ini kurang bagus untuk ukuran lapangan Wembley. FA harus memutuskan apakah lapangan ini untuk lapangan sepak bola atau stadion multi-acara," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Pelatih Portsmouth Avram Grant. "Wembley merupakan tempat keramat sepak bola, (tapi) lapangannya bukan tempat untuk sepak bola," kata mantan Pelatih Chelsea itu.

Sebelum stadion lama Wembley dihancurkan pada 2000, lapangan di stadion tersebut memiliki kualitas sangat bagus. Namun, karena juga digunakan untuk acara lain, rumput di lapangan itu sering kali menjadi korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau