LONDON, KOMPAS.com - Untuk kedua kalinya, Pelatih Portsmouth Avram Grant gagal menjadi juara karena kegagalan penalti. Grant geregetan hingga ingin mengeksekusi penalti sendiri.
Meski berstatus sebagai underdog, "The Pompey" tidak kalah membahayakan dibanding Chelsea pada laga semalam. Portsmouth memang kalah dalam penguasaan bola, tapi setiap peluang yang mereka dapatkan nyaris membuat gawang Petr Cech bergetar.
Di menit ke-22, misalnya, aksi Kevin-Prince Boateng hampir membobol gawang Cech. Di babak kedua, Boateng semestinya bisa membuat timnya unggul melalui tendangan penalti. Namun, tendangannya membentur kaki Cech. Portsmouth akhirnya kalah 0-1.
"Hasilnya tidak fair, kami layak mendapat lebih dari ini. Kami mendapat sebuah penalti pada saat tepat dan beberapa peluang lain. Kami punya sebuah peluang indah di babak pertama," kata Grant, yang gagal membawa Chelsea juara Liga Champions dalam adu penalti lawan Manchester United pada 2008.
"Kami bisa menang. Lain kali saya akan mengambil penalti! John Terry gagal penalti di final Liga Champions. Setiap orang sedih. Sayangnya, itu terjadi pada Boateng," tambahnya.
Meski kalah, Grant tetap bangga terhadap penampilan David James dan kawan-kawan. Bagaimanapun juga, tim yang mereka hadapi jauh lebih baik. "Kami bermain tanpa banyak pemain yang cedera tapi kami menghentikan permainan dan umpan mereka dengan baik. Kami ingin menjebak mereka dalam serangan balik," komentarnya. (AFP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang