Hutan Sumatera Selatan Rusak Parah

Kompas.com - 16/05/2010, 13:01 WIB

MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com - Kondisi hutan di Sumatera Selatan saat ini cukup parah, demikian dikatakan Menhut Zulkifli Hasan, saat kunjungan kerja ke Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam kunjungan bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Abdul Bari, Menhut mengimbau agar pemerintah daerah dapat berupaya untuk melindungi kawasan hutan yang ada di wilayahnya.

Menurut Zulkifli, hutan di Sumatera pada umumnya memiliki kekayaan beraneka ragam flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh negara lain.

"Pembangunan infrastruktur untuk pemerintahan di daerah ini cukup pesat, tetapi masih kurang hijau," kata dia pula.

Saat ini secara menyeluruh kawasan hutan di Sumatera telah mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Kondisi terparah hutannya, yakni dari Riau sampai ke Sumatera Utara," ujar Zulkifli pula.

Menhut mengingatkan, apabila kondisi hutan itu tidak dijaga dari sekarang, maka kekayaan faunanya yang langka seperti harimau yang dalam catatannya saat ini hanya mencapai 300-400 ekor, dan gajah yang hanya terbilang ratusan ekor saja akan terancam dan menghadapi kepunahan.

Karena itu, diharapkan peran masyarakat yang besar untuk bersama-sama pemerintah mewujudkan kelestarian alam ini.

Menhut juga menyampaikan bahwa untuk menjaga keberadaan alam ini, tanaman monokultur tidak boleh lebih dari 30 persen.

"Apabila tanaman monokultur di daerah lebih dari 30 persen, akan mendorong terjadi ketidakseimbangan dan kerusakan alam yang parah," ujar pria asal Lampung tersebut.

Ia menawarkan, dalam mempertahankan keberadaan hutan, solusi yang harus dilakukan adalah sistem restorasi ekosistem.

Menurut dia, pola itu merupakan satu-satunya yang efektif untuk menjaga kelestarian alam ini.

Selanjutnya dia mengimbau, agar masyarakat khususnya warga Sumsel dapat melakukan gerakan menanam secara besar-besaran.

"Alihfungsi hutan hanya akan berdampak pada kerusakan lingkungan," kata Zulkifli, di hadapan warga Kabuaten Musi Banyuasin itu.

Pahri Azhari, Bupati Musi Banyuasin (Muba), dalam sambutannya menyatakan pihaknya tetap berupaya untuk menjaga keberadaan hutan yang ada di daerahnya itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau