Penjualan Mobil 2010: Indonesia Ungguli Thailand

Kompas.com - 17/05/2010, 06:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Selama 4 bulan pertama 2010, Januari-April, penjualan mobil di Indonesia lebih tinggi dibandingkan Thailand. Total penjualan di Thailand mencapai 223.361 unit. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data terakhir yang diterima KOMPAS.com, mencapai 239.306 unit untuk wholesales dan 226.565 unit untuk ritel.

Total penjualan mobil selama 4 bulan pertama 2010 di Thailand, dirilis oleh Mazda di negara tersebut dan dikutip berbagai media, naik 58 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Padahal kemelut politik di negara tersebut terus memburuk.

Kendati demikian, kenaikkan penjualan mobil di Indonesia, baik ritel maupun wholesales lebih tinggi dibandingkan Thailand bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Untuk ritel, kenaikkan penjualan di Indonesia mencapai 64,4 persen, yaitu dari 137.642 unit menjadi 226.565 unit. Sedangkan wholesales lebih tinggi lagi, 74,4 persen, yaitu dari 134.861 umnit menjadi 239.306 unit.

Toyota Top
Seperti di Indonesia, di Negeri Gajah Putih itu, Toyota juga menduduki posisi top dengan total penjualan 92.406 unit atau menguasai 41,3 persen. Di Indonesia pada periode yang sama Toyota, untuk ritel menguasai 39,7 persen atau 90.138 unit. Sedangkan untuk wholesales, kendati jumlah unit lebih banyak, namun persentase Toyota sedikit lebih rendah, 38,9 persen.

Dibandingkan tahun lalu, Toyota menikmati kenaikan penjualan di Thailand 53,3 persen. Posisi Penjualan mobil di negara tersebut adalah Isuzu, 46.071 unit (naik 43,8 persen), Honda 29.739 unit (naik 78,8 persen), Nissan 13.208 unit (naik 75 persen), Mitsubishi 10.438 unit (naik 100,9 persen dan Mazda 10.438 unit (naik 219 persen).

Sementara itu, menurut Bloomberg, General Motors melaporkan, penjualannya di Thailand naik 62 persen, yaitu 1.879 unit dibandingkan 1.162 unit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau