PALU, KOMPAS.com - Tingkat pemadaman listrik di sistem kelistrikan Palu, Sulawesi Tengah, sejak lima hari terakhir semakin meresahkan warga. Setiap 24 jam terjadi pemadaman selama 18 jam, artinya hanya menyala selama 6 jam.
Dalam kurun waktu 24 jam itu, pemadaman dilakukan sembilan jam, lalu hidup lagi tiga jam dan begitu seterusnya.
Selain pengaturan waktu, pemadaman juga dilakukan perblok area yang mencakup Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi yang melayani sekitar 200.000 pelanggan.
"Pemadaman listrik di Palu saat ini 9:3 (padam sembilan jam, dan menyala tiga jam)," kata Manajer PT PLN Cabang Palu Nyoman Sujana, Senin.
Pemadaman ini disebabkan kerusakan dua mesin PLTD milik PT PLN dan kerusakan salah satu dari dua unit PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) milik PT PJPP (Pusaka Jaya Palu Power).
Akibatnya, sistem Palu kini kehilangan daya 35 megawatt (MW) dari daya terpasang sekitar 45 MW, sementara beban puncak mencapai 52 MW.
"Bahkan jika dalam satu dua hari ke depan ini kapal yang mengangkut ribuan ton batubara belum juga tiba di Palu, kemungkinan besar PLTU tidak beroperasi karena kehabisan bahan bakar," katanya.
Sementara itu, Kuasa Direksi PT.PJPP Djati Nugroho yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa mulai Senin ini kedua unit PLTU yang berkapasitas 30 MW tidak beroperasi sama sekali, satunya rusak dan yang lainnya kehabisan batubara.
Menurut dia, tongkang yang diharapkan membawa 5.500 ton batubara dari Kaltim, sampai sekarang belum bisa muat karena hujan yang mengguyur daerah Kaltim sejak sepekan terakhir.
Ia tidak bisa memastikan kapan batubara itu akan tiba di Palu. I Nyoman Sujana mengatakan dengan kondisi PLTU seperti itu, tingkat pemadaman listrik di sistem Palu akan meluas hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan.
Ia mengaku tidak ada solusi jangka pendek kecuali mempercepat perbaikan mesin-mesin dan pengadaan batubara untuk PLTU. Selain itu, PLN akan mempercepat pengadaan genset sewaan berkapasitas 20 MW yang didanai APBN.
Sistem Palu dalam tahun 2010 ini mendapat jatah sewa mesin genset 20 MW dari pemerintah pusat. "Target kami paling lambat Juni 2010, mesin genset sewaan itu sudah teralisasi," kata Nyoman.