Listrik Palu Hanya Nyala 6 Jam per Hari

Kompas.com - 17/05/2010, 09:35 WIB

PALU, KOMPAS.com - Tingkat pemadaman listrik di sistem kelistrikan Palu, Sulawesi Tengah, sejak lima hari terakhir semakin meresahkan warga. Setiap 24 jam terjadi pemadaman selama 18 jam, artinya hanya menyala selama 6 jam.
    
Dalam kurun waktu 24 jam itu, pemadaman dilakukan sembilan jam, lalu hidup lagi tiga jam dan begitu seterusnya.
    
Selain pengaturan waktu, pemadaman juga dilakukan perblok area yang mencakup Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi yang melayani sekitar 200.000 pelanggan.
    
"Pemadaman listrik di Palu saat ini 9:3 (padam sembilan jam, dan menyala tiga jam)," kata Manajer PT PLN Cabang Palu Nyoman Sujana, Senin.
    
Pemadaman ini disebabkan kerusakan dua mesin PLTD milik PT PLN dan kerusakan salah satu dari dua unit PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) milik PT PJPP (Pusaka Jaya Palu Power).
    
Akibatnya, sistem Palu kini kehilangan daya 35 megawatt (MW) dari daya terpasang sekitar 45 MW, sementara beban puncak mencapai 52 MW.
    
"Bahkan jika dalam satu dua hari ke depan ini kapal yang mengangkut ribuan ton batubara belum juga tiba di Palu, kemungkinan besar PLTU tidak beroperasi karena kehabisan bahan bakar," katanya.
    
Sementara itu, Kuasa Direksi PT.PJPP Djati Nugroho yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa mulai Senin ini kedua unit PLTU yang berkapasitas 30 MW tidak beroperasi sama sekali, satunya rusak dan yang lainnya kehabisan batubara.
    
Menurut dia, tongkang yang diharapkan membawa 5.500 ton batubara dari Kaltim, sampai sekarang belum bisa muat karena hujan yang mengguyur daerah Kaltim sejak sepekan terakhir.
    
Ia tidak bisa memastikan kapan batubara itu akan tiba di Palu. I Nyoman Sujana mengatakan dengan kondisi PLTU seperti itu, tingkat pemadaman listrik di sistem Palu akan meluas hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan.
    
Ia mengaku tidak ada solusi jangka pendek kecuali mempercepat perbaikan mesin-mesin dan pengadaan batubara untuk PLTU. Selain itu, PLN akan mempercepat pengadaan genset sewaan berkapasitas 20 MW yang didanai APBN.
    
Sistem Palu dalam tahun 2010 ini mendapat jatah sewa mesin genset 20 MW dari pemerintah pusat. "Target kami paling lambat Juni 2010, mesin genset sewaan itu sudah teralisasi," kata Nyoman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau