Susno Diperiksa sebagai Saksi SJ

Kompas.com - 17/05/2010, 10:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sjahril Djohan oleh tim independen Mabes Polri. Dia akan diperiksa di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Pagi ini jam 10.00 diperiksa sebagai saksi tersangka Sjahril Djohan," ucap penasihat hukum Susno, M. Assegaf, kepada Kompas.com melalui telepon, Senin (17/5/2010).

Namun, Assegaf tidak mengetahui kliennya akan diperiksa dalam kasus Gayus Halomoan Tambunan atau kasus PT. Salma Arowana Lestari karena pemberitahuan dari tim independen kepada tim pengacara tidak disebutkan kasusnya.

Kali ini tersangka kasus korupsi senilai Rp 500 juta itu dalam kasus PT. SAL itu bersedia diperiksa penyidik. "Kalau saksi enggak ada alasan enggak bersedia," kata Assegaf.

Seperti diketahui, Susno selalu menolak diperiksa sebagai tersangka setelah ditangkap dan ditahan. Terakhir Susno menolak diperiksa Jumat (14/5/2010). Penyidik lalu membuat berita acara penolakan pemeriksaan. Tak hanya itu, dia juga tidak bersedia menandatangani berbagai surat yang disodorkan penyidik.

Penyidik juga telah menetapkan Sjahril Djohan sebagai tersangka dalam kasus PT. SAL. Mantan diplomat itu diduga menyuap Susno senilai Rp 500 juta atas permintaan Haposan Hutagalung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau