LEBAK, KOMPAS.com - Keluarga Saptono berangkat ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mengambil jenazah tersangka teroris yang tewas tertembak tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di Cikampek, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Keluarga berangkat pukul 07.00 WIB dan siang ini diharapkan jenazah Saptono bisa dimakamkan di kampung halaman di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak," kata Uki (45), sepupu Saptono, Senin (17/5/2010).
Uki mengatakan, keluarga terdiri istri, anak dan kakak kandung pertama Saptono berangkat ke Rumah Sakit Polri Jakarta karena pihak Polisi memperbolehkan untuk segera mengambil jenazah Saptono.
Saptono rencana dimakamkan di kampung halaman di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Pemakaman Saptono bersebelahan dengan kakak kandungnya Jaja Pura Sudarma yang tewas ditembak Densus 88 Antiteror di Aceh Besar.
Menurut dia, awalnya pemakaman jenazah Saptono direncanakan Sabtu (15/5), namun terbentur hari libur. Karena itu, jenazah Saptono belum bisa dibawa pulang ke Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
"Kemungkinan pemakaman dilaksanakan siang ini setelah tiba di kampung halaman dan langsung dishalatkan untuk segera dimakamkan," katanya.
Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Widoni Fedri mengatakan, pengamanan pemakaman jenazah Saptono melibatkan sebanyak 135 personel dengan penjagaan ketat karena khawatir ada ancaman penolakan warga setempat.
Pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk menghindari gejolak keributan karena warga menolak kedatangan orang-orang luar daerah yang dinilai tidak menghargai dan menghormati adat istiadat masyarakat setempat.
Pemakaman Jaja Pura Sudarma dalam prosesi pemakaman tidak melibatkan warga setempat. "Saya akan bekerja keras untuk mengamankan prosesi pemakaman Saptono dan diharapkan berjalan lancar dan tertib," katanya.