Penahanan susno

Pendukung Susno Demo di Bundaran HI

Kompas.com - 17/05/2010, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan orang yang mengaku pendukung mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Senin (17/5/2010). Mereka mengecam penangkapan dan penahanan tersangka Susno terkait perkara PT Salma Arowana Lestari oleh tim independen Mabes Polri.

Dalam aksinya, mereka membentangkan kain putih sepanjang 100 meter untuk tempat membubuhkan tanda tangan para pendukung Susno. Kain itu dibentangkan mengitari Bundaran HI. Selain itu, mereka juga membagikan bunga anggrek kepada pengendara yang melintas. Berbagai poster dan spanduk bertuliskan dukungan terhadap mantan Kabareskrim itu ikut bawa.

Di sela-sela aksi, salah satu orator membacakan surat dengan pengeras suara. Menurut mereka, surat itu adalah pengakuan yang ditulis sendiri oleh Susno. Inti isi selembar surat itu adalah bantahan menerima uang Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan untuk mempercepat penyidikan perkara arwana di Bareskrim Polri.

"Saya difitnah. Mana mungkin saya menerima suap untuk perkara yang saya ungkap. Lagi pula Sjahril Djohan mengatakan pada saya bahwa pemilik perusahaan arwana tersebut 50 persen adalah Pak Makbul, Wakapolri waktu itu," ucap orator membacakan surat.

Koordinator aksi, Dadan Hamdani, mengaku mereka yang berdemo adalah gabungan dari facebooker dan 40 lembaga swadaya masyarakat. Dia mengatakan, mereka menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, meminta kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri segera membebaskan Susno yang kini ditahan di rumah tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok.

Tuntutan kedua, kata Hamdani, agar DPR mereposisi Polri ke Kementerian Dalam Negeri. "Tuntutan ketiga agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera bentuk tim independen seperti kasus Bibit-Chandra karena kami lihat tim independen bentukan Polri sangat tidak independen," ucap dia di lokasi.

Hamdani mengklaim bahwa facebooker dan LSM akan melakukan aksi serupa di 65 kota lain. "Ini aksi permulaan. Nanti tanda tangan di seluruh Indonesia akan kita sampaikan ke Presiden, Kapolri, dan DPR," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau