SEMARANG, KOMPAS - Jawa Tengah kaya akan potensi pariwisata, tetapi hampir semua sarana dan prasarana obyek pariwisata tersebut belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo memutuskan menunda penyelenggaraan tahun kunjungan wisata atau Visit Jateng, dari tahun 2011 menjadi tahun 2013.
Gubernur meminta selama dua tahun ke depan, pemerintah kabupaten/kota harus berkonsentrasi dulu membenahi sarana dan prasarana yang menunjang pariwisata di daerahnya. "Kalau memaksakan Visit Jateng tahun 2011, itu sama saja menipu diri. Wisatawan malah akan mendapat kesan buruk," kata Bibit, Jumat (14/5) di Semarang.
Ketidaksiapan tempat tujuan wisata itu, terjadi hampir di semua daerah, terutama Kota Semarang sebagai ibu kota Jateng.
Misalnya, Kawasan Kota Lama yang menjadi potensi wisata di Semarang, sering tergenang rob sehingga mengurangi kenyamanan. Bangunan tua di Kawasan Kota Lama pun tidak dirawat dengan baik.
Selain membenahi sarana dan prasarana wisata, Bibit juga meminta semua pemangku kepentingan pariwisata di setiap pemerintah kabupaten/kota berkonsolidasi lagi. Alasannya, pengembangan pariwisata harus dilakukan pemerintah bersama pihak swasta dan masyarakat.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng menggaggas program Visit Jateng 2011 pada Juni 2009. Berbagai acara seperti Borobudur Travel Mart, Semarang Great Sale, dan Batik Festival sudah disiapkan.
Melihat tidak adanya upaya peningkatan sarana dan prasarana wisata, Gubernur akhirnya memutuskan menunda Visit Jateng 2011.
"Persiapan itu tidak akan hilang sia-sia jika Visit Jateng ditunda. Rencana Visit Jateng ini baru tekad dan saya ingin yang terbaik," kata Bibit.
Tidak masalah
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Budiyanto mengatakan, tidak ada masalah jika Visit Jateng ditunda.
"Ada atau tidak ada Visit Jateng, kami tetap berusaha mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya setiap tahun," ujarnya. Menurut Budiyanto, berbagai acara wisata yang sudah direncanakan tetap akan berlangsung. Bedanya, acara tersebut tidak akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti potongan tarif hotel, perjalanan wisata, dan paket wisata secara besar-besaran.
Kepala Jateng Promo Andhy Irawan mengatakan, upaya promosi harus tetap jalan supaya lebih banyak orang yang mengenal Jateng. Mulai 15-28 Mei, Jateng Promo beserta agen perjalanan dan pengelola hotel akan melakukan misi dagang wisata ke Bali, Bandung, dan Jakarta.
Dalam misi dagang itu, pelaku wisata Jateng akan mengubah cara berpromosi. "Sekarang tim promosi harus mulai mengutamakan kepentingan Jateng," kata Andhy. (DEN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang