Visit Jateng Ditunda 2013

Kompas.com - 17/05/2010, 15:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Jawa Tengah kaya akan potensi pariwisata, tetapi hampir semua sarana dan prasarana obyek pariwisata tersebut belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo memutuskan menunda penyelenggaraan tahun kunjungan wisata atau Visit Jateng, dari tahun 2011 menjadi tahun 2013.

Gubernur meminta selama dua tahun ke depan, pemerintah kabupaten/kota harus berkonsentrasi dulu membenahi sarana dan prasarana yang menunjang pariwisata di daerahnya. "Kalau memaksakan Visit Jateng tahun 2011, itu sama saja menipu diri. Wisatawan malah akan mendapat kesan buruk," kata Bibit, Jumat (14/5) di Semarang.

Ketidaksiapan tempat tujuan wisata itu, terjadi hampir di semua daerah, terutama Kota Semarang sebagai ibu kota Jateng.

Misalnya, Kawasan Kota Lama yang menjadi potensi wisata di Semarang, sering tergenang rob sehingga mengurangi kenyamanan. Bangunan tua di Kawasan Kota Lama pun tidak dirawat dengan baik.

Selain membenahi sarana dan prasarana wisata, Bibit juga meminta semua pemangku kepentingan pariwisata di setiap pemerintah kabupaten/kota berkonsolidasi lagi. Alasannya, pengembangan pariwisata harus dilakukan pemerintah bersama pihak swasta dan masyarakat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng menggaggas program Visit Jateng 2011 pada Juni 2009. Berbagai acara seperti Borobudur Travel Mart, Semarang Great Sale, dan Batik Festival sudah disiapkan.

Melihat tidak adanya upaya peningkatan sarana dan prasarana wisata, Gubernur akhirnya memutuskan menunda Visit Jateng 2011.

"Persiapan itu tidak akan hilang sia-sia jika Visit Jateng ditunda. Rencana Visit Jateng ini baru tekad dan saya ingin yang terbaik," kata Bibit.

Tidak masalah

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Budiyanto mengatakan, tidak ada masalah jika Visit Jateng ditunda.

"Ada atau tidak ada Visit Jateng, kami tetap berusaha mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya setiap tahun," ujarnya. Menurut Budiyanto, berbagai acara wisata yang sudah direncanakan tetap akan berlangsung. Bedanya, acara tersebut tidak akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti potongan tarif hotel, perjalanan wisata, dan paket wisata secara besar-besaran.

Kepala Jateng Promo Andhy Irawan mengatakan, upaya promosi harus tetap jalan supaya lebih banyak orang yang mengenal Jateng. Mulai 15-28 Mei, Jateng Promo beserta agen perjalanan dan pengelola hotel akan melakukan misi dagang wisata ke Bali, Bandung, dan Jakarta.

Dalam misi dagang itu, pelaku wisata Jateng akan mengubah cara berpromosi. "Sekarang tim promosi harus mulai mengutamakan kepentingan Jateng," kata Andhy. (DEN) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau