Pemalsuan

"Polisi" Ini Batal Nikahi Pujaannya

Kompas.com - 17/05/2010, 15:43 WIB

PALU, KOMPAS.com - Polisi gadungan berinisial Rs (30) yang tinggal di Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, batal menikahi kekasihnya setelah polisi menangkapnya karena melihat gelagatnya yang mencurigakan.

Kapolres Palu AKBP Bonar Sitinjak melalui Kasat Reskrim AKP Darno di Palu, Senin (17/5/2010), menuturkan, penangkapan Rs itu adalah berkat informasi dari orangtua pacarnya, Selviana (17), yang curiga melihat calon menantunya yang berperawakan kecil (dengan tinggi 165 cm), yang mengaku sebagai anggota polisi di Polsek Palu Timur.

Menurut AKP Darno, orangtua Selviana sebelumnya telah mengecek di Polsek Palu Timur apakah Rs bertugas di sana.

"Ternyata tidak ada namanya, dan kemudian orangtuanya menyerahkan Rs ke kantor polisi guna dimintai pertanggungjawabannya," katanya.

Saat diserahkan ke polisi, Rs masih mengenakan sepatu lars hitam, celana polisi, dan kaos coklat berlogo Polri.

Saat ini Rs yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, masih ditahan di Polres Palu guna dimintai pertanggungjawabannya.

Sementara Rs usai diperiksa polisi, kepada wartawan mengatakan, terpaksa mengaku sebagai anggota polri untuk meyakinkan orangtua kekasihnya supaya direstui untuk menikah.

"Saya terpaksa mengaku sebagai polisi karena pekerjaan saya hanya sebagai pembuat batu bata," katanya.

Dia juga mengatakan, sudah empat bulan mengaku sebagai anggota Polri, tepatnya sejak pertama kali kenal dan berpacaran dengan Selviana yang bekerja sebagai penjaga toko emas di Kota Palu.

"Saya takut ditolak jika hanya mengaku sebagai buruh pembuat batu bata," kata Rs yang juga seorang duda tanpa anak.

Dalam aksinya menjadi polisi gadungan, Rs mengaku mendapatkan sepatu lars, celana dan kaos polisi dari saudaranya yang merupakan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah.

"Barang bukti itu sudah kami sita untuk menjadi barang bukti dalam proses hukum selanjutnya," kata Kasat Reskrim Polres Palu Darno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau