Yuk ke "Little Bali in Belitong"

Kompas.com - 17/05/2010, 17:30 WIB

TANJUNGPANDAN, KOMPAS.com - Pekan Wisata Negeri Laskar Pelangi 'Little Bali in Belitong' yang digelar selama 10 hari berturut-turut dari Rabu (12/5/2010) malam hingga Sabtu (22/5/2010) mendatang di Dusun Balitung, akan diisi beragam kesenian tradisional yang hidup di Kabupaten Belitung.

Salah satunya kesenian Bali yang akan menampilkan Tari Ogoh-ogoh, Tari Sanghyang selain itu tari tradisional lainnya Kuda Lumping Langen Budoyo, Betiong Begubang, Beripat Beregong, Dul Mulok, Antu Bubu, Tari Barong, Lesong Panjang, Barongsai Singa Mas Sakti, Campak Modern hingga Reog Ponorogo.

Kegiatan tersebut juga menjadwalkan karnaval keliling kota Tanjungpandan yang rencananya diikuti seluruh kesenian tradisional yang berpartisipasi di Pekan Wisata yang digelar masyarakat Dusun Balitung dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Namun karnaval yang direncanakan pada Minggu (16/5/2010) pagi urung dilaksanakan. Ketua Panitia Pekan Wisata Negeri Laskar Pelangi, I Wayan Suta saat dikonfirmasi Grup Bangka Pos, Minggu (16/5/2010) menjelaskan, rencana tersebut memang dibatalkan.

Menurut Wayan Suta, pembatalan ini atas usul dari masyarakat. Mereka menghendaki kegiatan penampilan kesenian tradisional difokuskan di Dusun Balitung saja. "Acaranya (karnaval) dibatalkan. Masyarakat usul fokus di kampung saja," kata Wayan Suta saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Selain itu kata Wayan Suta, para personel kesenian tradisional banyak yang merasa kelelahan karena ada yang tampil setiap hari hingga Sabtu (15/5/2010) malam.

Wayan Suta mengatakan, berdasarkan pertimbangan tersebut akhirnya diputuskan kegiatan penampilan kesenian tradisional akan dilanjutkan kembali Sabtu (22/5/2010) mendatang, sekaligus penutupan Pekan Wisata Negeri Laskar Pelangi.

Pekan Wisata Negeri Laskar Pelangi 'Little Bali in Belitong' dibuka oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada Rabu (12/5) lalu. Pada pembukaan kegiatan ini, dilakukan pemberian gelar adat kehormatan yaitu Adi Dharma Mahayowana untuk gubernur dan Nayaka Mahotama untuk Bupati Belitung H Darmansyah Husein. (Pos Belitung/vid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau