Festival Danau Sentani Siap Dipromosikan

Kompas.com - 17/05/2010, 22:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkab Jayapura, Papua, siap mempublikasikan Festival Dana Sentani (FDS) 2010 ke mancanegara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Belanda melalui jaringan pemberitaan internasional LKBN Antara, sekaligus promosi wisata di luar Bali.

Hal itu ditegaskan Bupati Jayapura, Papua, Habel Melkias Suwae, usai penandatangan kerja sama pemberitaan sekaligus publikasi di Wisma Antara Jakarta, Senin (17/5/2010).

"Kami mempercayakan kegiatan tradisional rakyat Papua kepada Antara agar dapat diketahui secara internasional kepada Antara mengingat perannya sebagaikantor berita yang memiliki jaringan luas di luar negeri," kata Habel yang juga Ketua DPP Golkar.

Ia berharap melalui kerja sama itu, pihaknya dapat memperkenalkan lebih jauh tentang budaya rakyat Papua khususnya di sekitar Danau Sentani ke seluruh dunia mengingat potensi wisata yang dimiliki sangat besar.

Pariwisata Papua, katanya, mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Papua khususnya di sekeliling Danau Sentani, jika dikelola dengan baik dan mendapat publikais yang luas hingga ke komunitas internasional.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Teknologi LKBN Antara Rully C. Iswahyudi mengatakan, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemerinta daerah yang memiliki kegiatan tahunan seperti FDS guna memperkenalkan lebih jauh kekayaan budaya Indonesia.

"Promosi wisata perlu terus ditingkatkan, apalagi jika mengingat Festival Danau Sentani tidak saja cerminan kekayaan budaya Indonesia tetapi juga mewakili keragaman dan harmonisasi di tanah air yang dapat dilihat masyarakat dunia," katanya.

Selama ini publik dunia hanya mengenal Bali, katanya, sekarang bertambah lagi kekayaan wisata Indonesia yang bisa dikenal dunia, yakni melalui Festival Dunia Sentani yang merupakan bagian dari eksotisme Papua.

FDS 2010 mengambil tema "Loving Culture for Our Future" yang merupakan cinta budaya untuk masa depan yang dimotivasi oleh kecintaan terhadap keberadaan manusia dan kekuatan karakter budayanya.

Festival itu juga merupakan upaya pelestarian kekayaan alam dan tyradisi bangsa. FDS ke-3 pada tahun 2010 akan dilaksanakan pada 19-23 Juni 2010 dan akan dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Dalam FDS 2010 akan ditampilkan berbagai budaya khas Papua secara kolosal baik tarian, musik, lagu, permainan rakyat, dan juga beragam benda budaya lainnya.

Festival juga diharapkan mampu menjadi promosi wisata dan mendorong peningkatan investasi di wilayah Papua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau