Madrid, Minggu
”Musim lapangan tanah liat tidak ditentukan di sini, tetapi di Paris,” tegas Federer, petenis nomor satu dunia. Ia dihajar dua set langsung oleh Nadal, 4-6, 6-7 (5), dalam partai puncak Madrid Masters, akhir pekan lalu.
”Lihat saja nanti pada pekan mendatang. Saya merasa siap untuk tampil di Paris. Saya mengalami perkembangan besar dibandingkan dengan sebelum ini saat saya baru tiba dari Estoril,” ujar Federer.
Setelah menjuarai Grand Slam Australia Terbuka 2010, Federer belum berhasil menambah koleksi gelar juaranya. Ketika menjajal ajang tanah liat Roma Masters, ia dikalahkan Ernests Gulbis pada babak kedua.
Pemanasan menjelang Perancis Terbuka kembali dilakukan Federer dengan mengikuti Turnamen Estoril. Hasilnya, juara bertahan Perancis Terbuka itu dikalahkan Albert Montanes dalam duel semifinal.
Optimisme tentu saja juga dimiliki Nadal menjelang Perancis Terbuka yang digelar pada 23 Mei-6 Juni. Juara empat kali Perancis Terbuka itu tampak sangat siap mengulangi dominasinya di Roland Garros.
Bayangkan, Nadal menjadi orang pertama yang menjuarai tiga turnamen tanah liat berkategori ATP Masters 1000. Sebelum Madrid Masters, gelar juara Turnamen Monte Carlo dan Roma Masters dikantonginya.
”Target utama saya adalah jadi yang terbaik di setiap turnamen, baik secara teknis maupun secara fisik,” kata Nadal.
Menjuarai Madrid Masters, Nadal pun naik ke peringkat kedua dunia, menggusur Novak Djokovic. Ia juga menjadi petenis pertama yang meraih 18 gelar juara ATP Masters.