Harga elpiji

Pengguna Elpiji 12 Kg Mulai Migrasi ke 3 Kg

Kompas.com - 18/05/2010, 08:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan data yang masuk kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, sejak kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram dan 50 kg beberapa waktu lalu, YLKI mencatat ada migrasi pengguna elpiji.

Anggota YLKI, Tulus Abadi, menyatakan, sekitar 5 persen hingga 10 persen pengguna elpiji kemasan 12 kg mulai berpindah ke elpiji kemasan 3 kg.

"Untuk pengguna kemasan 50 kg juga banyak yang berpindah pada 12 kg walaupun datanya tidak banyak seperti 12 kg. Kebanyakan yang berpindah adalah pengguna rumah tangga," kata Tulus.

Menurut Tulus, meski kewenangan untuk menaikkan harga elpiji nonsubsidi milik Pertamina, peningkatan harga tersebut hendaknya dilakukan dengan cermat. Pasalnya, selain elpiji, sejumlah tarif lain akan naik, yaitu tarif dasar listrik, jalan tol, dan bahan bakar minyak bersubsidi. Empat tarif tersebut akan berdampak pada daya beli masyarakat.

"Tentunya daya beli masyarakat akan semakin rendah karena respons masyarakat terhadap kenaikan itu cukup besar. Selain itu juga pada inflansi, makanya pemerintah harus benar-benar memerhatikan ini," kata Tulus. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau