Open House Museum Katedral dan Wisata Senja di Kota Tua

Kompas.com - 18/05/2010, 08:55 WIB

KOMPAS.com -- Jika mendung tak menutup langit di barat dan utara Jakarta, jika hujan tak jatuh di kawasan itu, maka pemandangan saat matahari jatuh, menyelinap di antara bangunan tua di kawasan kota bersejarah Jakarta tentu tak bisa ditolak. Penampakan yang cukup eksotis ini memang bisa dinikmati kapan saja. Tapi ada tawaran yang menggiurkan dari Komunitas Historia Indonesia (KHI) dalam rangka Hari Museum Internasional (HMI). Yaitu Wisata Senja Museum di Kota Tua Jakarta. Menikmati senja bersama. Sayangnya, memang, kegiatan ini digelar di hari Selasa, hari kerja, awal pekan.

           

Kegiatan HMI pada 18 Mei 2010 itu tak hanya wisata senja tadi. Di pagi hari, mulai pukul 08.30 Museum Bank Indonesia (MBI) menggelar talkshow bertema “Harapan dan Peran Museum Dalam Era Modern”. Menurut jadwal dari KHI, acara itu kelar pukul 13.00. Usai itu, pk 14.00 hingga pk 19.00 wisata senja mulai bergerak. 

           

Dalam rangka HMI, komunitas tersebut mengajak warga untuk mengenal museum lebih dekat. Topik talkshow antara lain strategi komunikasi museum pada era new media serta museum dan generasi muda. Ishadi SK, Komisaris PT Televisi Transformasi Indonesia, VJ Mike tercatat akan menjadi pembicara.

           

“Kita mengadakan aktivitas ini untuk memperingati Museum Day, mendukung gerakan nasional cinta museum, tahun kunjung museum, dan menyambut Oud Batavia Festival 2010. Ini kesempatan juga buat warga yang mau ke museum karena museum buka sampai malam, sampai sekitar jam 19.00 dan gratis,” ujar Ketua KHI Asep Kambali kepada Warta Kota, Jumat (14/5).

           

Peserta wisata senja ditunggu di Museum Bahari sebagai titik pertemuan. Perjalanan akan dimulai dari Museum Bahari pada pk 14.30 untuk kemudian berjalan kaki menyusur Menara Syahbandar, Jembatan Kota Intan, Taman Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan berakhir di Museum Bank Mandiri.

           

Rombongan diusahakan tiba di Taman Fatahillah saat pembukaan peringatan Museum Day, yaitu sekitar pk 15.30. Untuk ikut wisata senja, peserta diminta membayar Rp 10.000/orang . “Pesertanya kita batasi. Seratus orang-lah. Dan mereka harus menggunakan atribut berbau batik. Terserah, mau baju, syal, pin, kaos, tapi berbau batik,” tambahnya. Karena peserta terbatas, maka pendaftaran ditutup pada Senin 17 Mei pukul 18.00. Untuk pendaftaran bisa mengirimkan pesan pendek ke 0857 1813 4150. 

           

Selain KHI, Tim Relawan Kota Tua (Trem Kota) juga menggelar acara. Dimulai pk 09.30 hingga pk 16.30, Trem Kota mengajak warga tur ke tiga museum, mengunjugi bazaar museum, dan mengelilingi Kota Tua dengan ontel. Selain itu, 100 peserta pertama bisa mendapatkan perangko asli dengan wajah kita. Dan perangko tersebut sah sebagai alat untuk mengirimkan surat karena Trem Kota bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Biaya untuk ikut acara ini Rp 50.000 dan bisa menghubungi no hp 0816 166 2974.

           

Sementara itu, sambil menantikan hari Selasa, di mana seluruh kegiatan HMI dipusatkan di Kota Tua dan di satu hari itu saja, barangkali ada warga yang juga berminat mengunjungi Museum Katedral. Museum ini akan menggelar acara open house pada Minggu 16 Mei 2010 pk 12.00 – pk 14.00.

           

Teramat sayang, HMI kali ini masih saja berpusat di Kota Tua dan hanya satu hari, hari kerja. Padahal perayaan ini bisa dirancang untuk digelar selama Mei atau setidaknya sejak akhir pekan, Sabtu dan Minggu ditambah Senin. Jika biasanya Senin adalah jadwal museum tutup, maka untuk merayakan HMI museum tetap buka pada hari Senin.

           

Bukankah HMI akan selalu ada setiap tahun? Tentunya agenda ini bisa masuk dalam program di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Dan pastinya ini menjadi daya tarik lain untuk menggaet pengunjung. Rasanya, bidang kebudayaan dan permuseuman di Jakarta makin melempem saja. Seperti anak kehilangan induk, tak jelas siapa yang bertanggungjawab. Untung saja komunitas museum di Kota Tua dan komunitas di sana terjalin baik, sehingga dari merekalah ide dan kegiatan meluncur, meramaikan Kota Tua, termasuk saat HMI.


 

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau