JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusuhan politik yang masih berkecamuk di Thailand, ternyata belum mempengaruhi industri otomotif di Negeri Gajah Putih tersebut. Buktinya, sejumlah ATPM di Indonesia yang masih mengandalkan pasokan dari Thailand, mengaku masih aman-aman saja. Hal ini diutarakan oleh Toyota, Honda mobil dan Kawasaki.
"Hingga saat ini belum ada pengaruhnya. Saya tidak tahu detailnya, yang jelas suplai ke kita (TAM) masih sesuai rencana dan tak terlambat," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto.
Senada dengan Joko, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, penurunan pasokan yang terjadi pada Honda mobil karena faktor libur bukan kerusuhan. Namun demikian, diakui, kondisi tersebut mulai mengganggu permintaan ekspor Freed, di Thailand menjadi salah satu tujuan utama, selain Malaysia. "Belum ada permintaan (ekspor) apapun dari Thailand," jelas Jonfis.
Sementara itu, National Sales Manager PT KMI Freddyanto Basuki juga menambahkan, kerusuhan yang terjadi di Thailand tak terlalu berpengaruh pada aktivitas pabrik. Pasalnya lokasi pabrik otomotif kebanyakan berada sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari Kota Bangkok.
"Pabrik kita berada di Rayong, Pataya. Insiden Bangkok belum berpengaruh pada aktivitas produksi atau ekspor," jelas Freddy.