Kadisdik dki jakarta

SMA 70 dan Komite Sekolah Harus Harmonis

Kompas.com - 18/05/2010, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melihat kasus yang terjadi di SMAN 70 antara pihak sekolah dan komite sekolah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menegaskan agar antara kedua belah pihak memiliki tingkat komunikasi yang intensif. 

"Koordinasi dan komunikasi keduanya harus harmonis. Terus terang, selama ini Komite Sekolah SMA 70 tidak pernah ada masalah seperti ini, sebab antara pengurusnya dan pihak sekolah selalu sinergi," ujar Taufik kepada Kompas.com, Selasa (18/5/2010).

Menurutnya, dinamika organisasi resmi antara sekolah dan komite sekolah harus harmonis. Melihat kasus ini, kata Taufik, sinergi antara kedua pihak perlu diperkuat lagi.

"Soal biaya itu kan kesepakatan antara keduanya. RSBI ini kan keinginan bersama, visi persepsi dan aksi yang sama, bukan sepihak," tegas Taufik.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, pihak SMAN 70 Jakarta membantah telah melakukan komersialisasi pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMAN 70 Pernon Akbar pada jumpa pers "Klarifikasi Dugaan Korupsi di SMA Negeri 70 Jakarta", Selasa (18/5/2010). Klarifikasi itu dilakukan atas pemberitaan Warta Kota berjudul "Komersialisasi Pendidikan Menggila" pada 26 April silam.

Dalam pemberitaan disebutkan, Ketua Komite Sekolah Musni Umar menulis SMA 70 telah melakukan komersialisasi pendidikan. Musni menyebutkan, SMAN 70 membuka kelas internasional, lalu menjadi sekolah unggulan.

Pernon membantah hal tersebut. Dia mengatakan, penetapan SMA 70 plus standar nasional atau internasional berdasarkan keputusan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta No: 206A/2004 tertanggal 11 November 2004. Penetapan ini lebih dulu dibanding penetapan oleh University of Cambridge sebagai penyelenggara program layanan internasional pada 9 Januari 2007.

Selanjutnya, Pernon membantah pernyataan Musni yang menyebutkan bahwa uang masuk yang dikenakan mencapai Rp 31 juta per siswa. "Tahun pertama dikenakan Rp 21 juta. Hal itu berdasarkan IGCSE Budget. Nominalnya setiap tahun turun," ungkap Pernon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau