200 Bangunan di Pinangsia Dibongkar

Kompas.com - 18/05/2010, 18:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meminimalisir dampak banjir di wilayahnya, Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Barat terus menggalakkan program refungsi saluran air. Kali ini, sebanyak 200 bangunan permanen berupa kios yang berdiri di atas saluran penghubung Gang Burung RW 02 ke aliran anak Kali Ciliwung, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat yang panjangnya mencapai 1,2 kilometer dibongkar petugas, Selasa (18/5/2010).

Pembongkaran berjalan lancar setelah mendapat bantuan dari warga dan pemilik bangunan. Petugas juga langsung mengeruk saluran serta membersihkan puing-puing sisa pembongkaran dengan menggunakan tiga truk milik petugas. “Kami seharusnya malu karena telah melanggar Perda. Makanya, setelah disosialisasikan, kami langsung berinisiatif membongkarnya,” ujar Ahmad (43) salah seorang warga.

Tati (40), mengaku tidak keberatan jika bangunan miliknya dibongkar oleh petugas lantaran menyalahi aturan. Meski begitu, ia memperingatkan kepada petugas, agar dalam menjalankan aksinya tidak tebang pilih dan sudah selayaknya pembongkaran dilakukan secara merata. “Jangan pilih kasih, semua bangunan yang melanggar harus dibongkar," kata Tati.

Meski sebagian besar warga sudah bisa menerima jalannya penertiban, namun masih ada saja seorang pemilik bangunan yang sempat menghadang aksi petugas. “Saya meminta waktu, besok pasti saya bongkar sendiri,” kata Ridwan yang dibantu salah seorang kerabatnya mencoba menahan laju petugas saat akan membongkar banguan miliknya.

Namun permintaan itu tetap tidak digubris oleh petugas, dan tetap melanjutkan aksinya menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran air tersebut. “Kita sudah sosialisasikan penertiban ini sejak tiga bulan lalu, jadi salah mereka mengapa tidak melakukan pembongkaran dari kemarin,” tegas Heryanto, Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Barat di sela-sela penertiban.

Penertiban saluran penghubung di Jakarta Barat merupakan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat. Targetnya, sebanyak 80 saluran yang telah direncanakan harus selesai satu bulan ke depan. “Kalau penertiban sudah selesai, langsung dilanjutkan dengan pembersihan dan pengerukan saluran. Itu sudah satu paket kerja,” tandas Heryanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau