Pencabulan

Siswi SMK Mau Dicabuli Demi Utang Budi

Kompas.com - 18/05/2010, 20:26 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - TA (40), guru mengaji dari Kota Bogor, Jawa Barat, diketahui pernah menyuruh aborsi terhadap putri murid pengajiannya, HP (16) yang masih kelas I SMK. Itu setelah TA panik ketika diberitahu HP soal kehamilannya sesudah mereka lima kali bersenggama.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polresta Bogor, AKP Indra Gunawan, HP semula semula tidak menceritakan kehamilannya kepada ibunya. Namun, setelah didesak, HP akhirnya mengaku dan sekarang juga sudah dilakukan tes USG.

"Tes USG menunjukkan, janin dalam tubuh korban berjenis kelamin perempuan," ujar penyidik PPA Polresta Bogor, Ipda Marie Thelesy, Selasa (18/5/2010).

Menurut Marie, HP mengaku bersedia dicabuli TA karena merasa berutang budi setelah mengganggap pelaku sebagai pengganti ayahnya. Selain itu, lanjut Marie, HP merasa TA pun sudah banyak memberi uang.

"Pelaku pernah menyuruh korban membeli obat datang bulan dan manisan nanas," kata Marie. Hal itu pun diakui TA dengan wajah tertunduk. "Saya hanya menyarankan dia beli obat terlambat datang bulan, bukan menyuruh menggugurkan," kata dia.

TA mengaku, pada tahun baru Muharam lalu dirinya berniat menikahi korban, tapi ditolak. Lagi-lagi, karena alasan cinta dan tergoda oleh korban yang selalu datang meminta uang, TA pun mengulangi lagi perbuatannnya.

Kini, TA juga mengaku siap menerima anak dalam kandungan HP jika nanti sudah lahir. ia juga mengaku tobat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Sementara, istrinya yang berinisial JH (40) dan juga menjadi guru mengaji, mengaku pasrah atas perbuatan suaminya. Sambil menggendong anak ketiga mereka, JH datang membesuk suaminya setelah ditahan polisi sejak Senin (17/5/2010) malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau