SURABAYA, KOMPAS.com — Tim Polygon Sweet Nice Surabaya atau PSN Surabaya tidak mematok target khusus dalam keikursertaan di kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak di Sumatera Barat pada 1-6 Juni 2010.
Direktur PSN Sastra Harijanto Tjondrokusumo yang dihubungi di Surabaya, Selasa (18/5/2010), mengatakan, pada kejuaraan tahun 2009, timnya kalah bersaing dan hanya mampu menempatkan Hari Fitrianto sebagai runner up katagori pebalap terbaik nasional.
"Kami hanya berharap bisa memperbaiki catatan prestasi yang diraih tahun lalu, meskipun diakui itu cukup berat," katanya.
Pada Tour de Singkarak tahun kedua ini, PSN hanya menurunkan kekuatan lima pebalap lokal. Mereka adalah Mat Nur, Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Rastra Patria Dinawan, dan Jimmy Pranata.
Sejumlah pebalap asing PSN, seperti Sergey Kudentsov dan Roman Krasilnikov, tidak disertakan karena pada saat bersamaan sedang mengikuti kejuaraan di negara asalnya, Rusia dan Kazakhstan.
"Kendati tanpa pebalap asing, komposisi pebalap yang kami miliki cukup lengkap untuk bertarung di medan datar atau tanjakan yang akan dilombakan," katanya.
Belajar dari pengalaman tahun lalu, kejuaraan yang diikuti pebalap-pebalap mancanegara ini banyak menyuguhkan tantangan medan tanjakan. Adapun pebalap asing yang dimiliki PSN rata-rata berkarakter sprinter.
Akibatnya, mereka keteteran menaklukkan medan tanjakan dan sudah rontok ketika lomba baru memasuki etape kedua.
"Balap Singkarak 2010 ini tidak jauh beda dengan sebelumnya, tapi kali ini kami lebih siap dan sudah mempelajari rute yang akan ditempuh," ujar Harijanto.
Mantan pebalap nasional Mat Nur yang belum lama ini merebut gelar "Raja Tanjakan" (King of Mountain) pada ajang Jelajah Malaysia 2010 menjadi salah satu andalan PSN untuk menghadapi persaingan, selain pebalap Puslatda Jatim, Hari Fitrianto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang