Indonesia Usul Hari Museum Nasional

Kompas.com - 19/05/2010, 01:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Direktorat Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mengusulkan kepada Dewan Museum Internasional tentang Hari Museum Indonesia pada pertemuan di Shanghai, China, pada Oktober 2010.

"Rencananya pada pertemuan dengan Dewan Museum Internasional (ICOM) di Shanghai, Indonesia akan mengusulkan Hari Museum Indonesia pada tahun 2011," kata Direktur Museum Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kembudpar Dra Intan Mardiana Napitupulu kepada pers di Jakarta, Selasa.

Intan menjelaskan, Indonesia adalah salah satu dari 152 negara yang menjadi anggota Dewan Museum Internasional tersebut, sehingga harus mengikuti standar museum yang ada.

"Museum di Indonesia harus mengikuti standar yang diberikan oleh ICOM sebagai Dewan internasional," katanya.

Kembudpar mencanangkan Tahun Kunjungan Museum (TKM) pada tahun 2010 ini. Menurut Intan, TKM 2010 merupakan permulaan dari Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang dilaksanakan selama lima tahun (2010-2014).

"Gerakan Nasional Cinta Museum adalah permulaan dari Tahun kunjungan Museum yang dicanangkan pada tahun 2010," kata Intan.

Intan menceritakan salah satu kegiatan dalam program GNCM adalah merevitalisasi 89 museum yang ada di 33 provinsi di Indonesia.

"Pada tahun 2010 ini kita mulai dari empat museum di daerah, 28 di seluruh provinsi dan 5 upt pemerintah," kata Intan.

Intan menjelaskan semakin menurunnya jumlah pengunjung museum disebabkan oleh pengelolaan museum yang tidak maksimal karena berbagai kendala. Misalnya saja minimnya tenaga ahli, tata kelola museum, hingga pengaturan tata letak koleksinya.

"Pengunjung museum saat ini hanya sekitar 3-4 persen penduduk indonesia, sehingga saat ini kami (Kembudpar) sedang menyusun acuan, seperti standar SDM, fisik dalam display, interior museum dan tata kelola museum agar lebih baik," kata Intan.

Intan optimis bahwa lima tahun ke depan museum-museum di Indonesia akan berubah dan pengunjungnya jauh lebih banyak.

"Saya percaya hingga lima tahun ke depan seluruh museum di Indonesia akan menjadi jauh lebih baik dan memiliki jumlah pengunjung yang lebih banyak, katanya.

Menurutnya, jumlah pengunjung museum akan bertambah, asal pengelola museum lebih memperhatikan kualitas museum terlebih dahulu dibandingkan kuantitas pengunjung. "Revitalisasi tidak pada kuantitas tapi juga pada kualitas", kata Intan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau