NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak jatuh pada Selasa (18/5/2010) ke tingkat terendah sejak Oktober 2009 pada perdagangan New York di tengah kekhawatiran baru tentang krisis utang Yunani dan masalah anggaran di zona euro.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, ditutup pada 69,41 dollar AS per barrel atau turun 67 sen dari Senin.
Kontrak acuan sempat melonjak 2 dollar AS pada awal sesi, tetapi kembali berbalik seiring penurunan di Wall Street dan euro, yang jatuh pada Selasa ke terendah baru empat tahun. Harga minyak sempat terpuruk ke level terendah pada 68,91 dollar AS.
Kontrak New York telah ditutup melemah selama enam sesi berturut-turut dan memiliki merosot sekitar 17 dollar AS sejauh bulan ini.
Sementara minyak mentah Brent North Sea, London, untuk penyerahan Juli turun 67 sen menjadi mantap pada 74,43 dollar AS. "Pasar ekuitas dan pasar uang merupakan penggerak utama pasar minyak minggu ini," kata Ellis Eckland, seorang analis independen.
"Pasar mengambil pandangan bahwa dunia tergelincir ke dalam siklus deflasi dan Anda melihat tekanan berat pada banyak komoditas lebih sensitif makroekonomi," ujarnya.
Minyak, seperti komoditas lainnya, dianggap merupakan investasi yang melindungi modal dari inflasi. Pada sesi pembukaan, pedagang telah diyakinkan oleh transfer
angsuran pertama dari pinjaman yang dijanjikan oleh negara-negara Uni Eropa kepada Yunani, 14,5 miliar euro (aekitar 17,7 miliar dollar AS).
Pasar skeptis bahwa rencana keuangan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) 1 triliun dollar AS untuk melindungi euro akan bekerja. "Ketakutan deflasi sekarang perhatian utama bersama dengan, baik atau tidak euro bisa diselamatkan," kata Phil Flynn di PFGBEST.
Secara khusus, pedagang minyak khawatir tentang dampak langkah-langkah penghematan yang diumumkan oleh beberapa negara zona euro pada konsumsi konsumen dan pengaruhnya terhadap permintaan energi. "Dana talangan (bail out) saat ini mungkin akan gagal sehingga Anda dapat melihat tambahan penyusutan euro. Itu jelas memberatkan pasar komoditas," kata Eckland.
Nilai dollar AS yang kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang AS itu lebih mahal untuk investor zona euro.
Harga minyak telah turun tajam sejak menyentuh tertinggi 19 bulan 87,15 dollar AS pada 3 Mei akibat meningkatnya keprihatinan atas krisis utang zona euro yang mengirim euro merosot ke posisi terendah empat tahun terhadap dollar AS.
"Kami tidak pernah mengantisipasi, itu hanya akan terjadi dua minggu untuk harga minyak jatuh menjadi sekitar 70 dollar AS," kata Mike Fitzpatrick dari MF Global, menambahkan, ia pikir itu akan memakan waktu dua bulan dari tertinggi 3 Mei.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang