Ongkos haji

KPK Temukan Pemborosan Rp 2,3 Triliun

Kompas.com - 19/05/2010, 09:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan indikasi inefisiensi atau pemborosan biaya perjalanan haji hingga 253,6 juta dollar AS atau setara Rp 2,3 triliun selama 2007-2009. Kementerian Agama diharapkan mengkaji kembali biaya perjalanan haji sehingga ongkos perjalanan haji tahun ini bisa diturunkan.

Temuan inefisiensi biaya perjalanan haji itu terungkap dalam rapat dengar pendapat KPK dengan Komisi VIII DPR, Selasa (18/5/2010) di Jakarta. "Ada inefisiensi biaya penerbangan haji tahun 2007-2009 sebesar 253,6 juta dollar AS," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin.

Pemborosan terjadi, salah satunya, karena penyelenggara haji menggunakan model sewa carter pesawat terbang, bukan pembelian tiket. Kebanyakan pesawat juga tak diisi penuh. Dari embarkasi Solo, misalnya, pesawat berkapasitas 440 tempat duduk hanya diisi 340 jemaah. Begitu pula di embarkasi Makassar, pesawat dengan kapasitas 440 tempat duduk diisi 360 jemaah.

Penyebab lain adalah proyek pekerjaan penerbangan haji dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung, bukan lelang, seperti diamanatkan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. Jika memakai mekanisme lelang, Kementerian Agama bisa memilih perusahaan penerbangan bertarif murah dengan pelayanan baik. KPK menyarankan agar proses lelang bisa dilakukan setahun sebelum musim haji. Dengan demikian, penyelenggara bisa leluasa memilih perusahaan penerbangan.

KPK juga menemukan penggunaan biaya tidak langsung (indirect cost) yang tidak menunjang pelayanan jemaah. Biaya itu, antara lain, bantuan transportasi bagi tim pengawas haji MPR/DPR serta biaya bantuan untuk anggota Komisi VIII DPR beserta keluarga ke Arab Saudi.

Masalah lainnya, aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji belum ada. Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding menegaskan, seharusnya Kementerian Agama menurunkan biaya perjalanan ibadah haji. (NTA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau