Soal ketua umum

Demokrat Maluku 'Tutup Mulut'

Kompas.com - 19/05/2010, 10:25 WIB

MALUKU, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku masih ’tutup mulut’ soal kandidat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang dijagokan pada Kongres II di Bandung, Jawa Barat, 21 Mei 2010.

Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Roy Pattiasina ketika dihubungi saat berada di Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (19/5/2010), tidak memberi keterangan.

"Saya lagi pimpin rapat jadi sebentar setelah selesai siap menelpon untuk memberikan pernyataan," ujarnya singkat lewat telpon genggam.

Sedangkan Sekretaris DPD Partai Demokrat Mohammad Resmitella juga mengelak.

"Saya lagi rapat. Selesai rapat saya telpon ya," katanya menjanjikan.

Sayangnya janji dua pimpinan Partai Demokrat Maluku tersebut tidak direalisasi.

Sejumlah fungsionaris Partai Demokrat Maluku yang enggan disebut identitasnya menyatakan, pimpinan mereka memilih "bungkam" karena Roy Pattiasina sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pilkada Kepulauan Aru periode 2010 - 2015, 7 Juli 2010 namun tidak direkomendasikan DPP Partai Demokrat.

DPP Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada Teddy Tengko yang mengikuti Pilkada Kepulauan Aru untuk periode kedua, sedangkan Pattiasina direkomendasikan PPI dan Partai Patriot.

Sejumlah fungsionaris Partai Demokrat Maluku juga mengakui belum ada keputusan siapa yang akan diusung menjadi Ketua Umum DPP periode lima tahun ke depan.

"Yang hadir di Jakarta itu atas undangan orang per orang dari kubu kandidat ketua umum yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie," ujar salah seorang pengurus Partai Demokrat Maluku.

Kongres II Partai Demokrat dijadwalkan dibuka Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (21/5/2010).

Kongres ini akan dihadiri sekitar 1.200 peserta yang berasal dari 497 wakil dewan pimpinan cabang (DPC), dewan pimpinan daerah (DPD) dari 33 provinsi, serta dewan pimpinan pusat (DPP).

Kongres juga akan diramaikan sekitar 9.000 simpatisan terutama dari pulau Jawa.

Dipilihnya Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres II Partai Demokrat untuk memberikan penghargaan kepada DPD Jawa Barat yang mampu mengumpulkan suara terbanyak pada Pemilihan Presiden tahun 2009 dibandingkan DPD lainnya di seluruh Indonesia.

Pertimbangan lainnya karena Bandung berada di Pulau Jawa dan dekat dengan Jakarta sehingga lebih mudah dan efisien melakukan koordinasi dengan DPP Partai Demokrat di Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau