KOMPAS.com — Pengunjuk rasa "Kaus Merah" kembali menekankan tak menggunakan kekerasan dalam kegiatan demonstrasi menentang Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Mereka juga tak bakal beranjak dari lokasi unjuk rasa, kawasan sentra bisnis Bangkok, sebagaimana Reuters menulis, Rabu (19/5/2010). "Saya tak punya rencana untuk menyingkir dari sini," kata Saman Niyakul, pengunjuk rasa dari Provinsi Ubon Ratchathani.
Menurut Niyakul, ia menganggap unjuk rasa yang dilakukannya hampir lebih dari enam minggu lamanya adalah bentuk perjuangan. "Saya di sini demi memperjuangkan Thailand yang lebih baik. Demi negaraku, saya tak takut mati," kata pria berusia 54 tahun itu.
Sementara itu, menurut catatan Bangkok Post, sejak perundingan damai gagal disepakati oleh pemerintah dan Kaus Merah, jumlah korban di pihak demonstran makin menanjak. Hingga hari ini, sudah 39 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka, kata surat kabar itu.
Pada bagian lain, salah seorang pemimpin pengunjuk rasa, Nattawut Saikua, kembali menegaskan, pihaknya tak menggunakan kekerasan untuk penyampaian aspirasi. Di depan sekitar 3.000 pendemo, ia kembali mengatakan dengan tegas, "Kita semua bersama-sama ada di sini. Kita akan berjuang pula bersama-sama."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang