Pengganti sri mulyani

Tiga Nama Menguat, Anggito Dicoret

Kompas.com - 19/05/2010, 12:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebentar lagi akan ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat memberikan keterangan pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa lalu, Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa dalam waktu satu atau dua hari lagi pihaknya akan mengumumkan. Namun, Presiden tidak merinci waktu satu atau dua hari itu.

Dari informasi terakhir yang diterima Kompas di Istana, Selasa dan Rabu (19/5/2010) siang, dari sejumlah nama yang selama ini muncul di masyarakat, ada tiga nama kandidat kuat. Tiga calon itu berurutan dari yang pertama hingga ketiga.

Ketiganya adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana, Direktur Utama PT Bank Mandiri Agus Martowardojo, dan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Ani Ratnawati. "Tiga nama itu masih diendapkan dan nanti akan dipilih pada waktunya," ujar sumber di lingkungan Istana, Selasa.

Menurut dia, ketiga calon itu memiliki kekuatan dan kekurangan. "Armida seorang doktor ekonomi dan mewakili perempuan, tetapi belum punya jaringan internasional seperti Ibu Sri Mulyani Indrawati. Orangnya halus, tetapi Wakil Presiden Boediono disebut-sebut belum sreg," ujar sumber tersebut.

Adapun Agus, tambah sumber tersebut, seorang bankir dan memiliki prestasi manajemen mengelola gabungan tiga bank sampai sekarang ini menjadi Bank Mandiri. "Meskipun belum memiliki pengalaman di bidang fiskal dan jaringan internasional, dia dianggap berprestasi dalam mengelola manajemen dan reformasi di Bank Mandiri. Dia tidak punya link ke tokoh dan partai politik mana pun. Namun, boleh disampaikan nama dia dimaui oleh pasar. Dia kan pernah diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon Gubernur Bank Indonesia," lanjutnya.

Sementara Ani Ratnawati seorang doktor ekonomi dan alumnus Institut Pertanian Bogor. "Memang masih sangat muda, tetapi beliau disebut-sebut pembimbing tesis Pak SBY," kata sumber itu lagi.

Lalu bagaimana dengan Kepala Badan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu? "Wah, kalau itu tidak ada lagi karena sudah dicoret. Karena alasan tertentu," ungkap sumber lain, Rabu siang.

Menurut dia, jika Armida dipercaya Presiden, pos yang ditinggalkannya akan diisi calon lain. "Besar kemungkinan diberikan kepada afiliasi atau kader partai politik lain seperti kabinet sebelumnya," lanjut sumber tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau