JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat pimpinan yang digelar di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (19/5/2010) pagi tadi, mungkin menjadi rapim terakhir bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya dalam rapim tersebut, Sri Mulyani telah menyerahkan memori jabatannya.
Hal ini diakuinya ketika menyampaikan kesan dan pesan dalam acara perpisahan bersama rekan-rekan sealmamaternya di gedung Magister Management Universitas Indonesia, Rabu siang.
"Saya bisa mengatakan di dalam lima tahun bekerja atau lebih karena tadi pagi kita rapatnya menyelesaikan memori akhir jabatan saja," tuturnya dalam acara perpisahan.
Dalam memori jabatan tersebut, Sri Mulyani mengatakan banyak poin konstruktif yang dibagikannya dalam membangun negara. Dalam memorinya, dia juga memberikan semacam testimoni bahwa banyak pegawai-pegawainya di berbagai posisi yang betul-betul memiliki niat keinginan dan kesungguhan bekerja untuk tujuan mulia dan jauh dari keinginan diri sendiri. Merekalah yang disebut aset-aset bangsa.
"Saya bekerja di Kemenkeu dan Menko saya melihat banyak birokrat yang juga berani memihak kepada kepentingan rakyat. Kalau diberi kondisi yang tak ideal paling tidak mereka diam saja, tidak berontak, hanya diam. Oleh karena itu, kita butuhkan guidance dari orang-orang seperti yang ada di FE UI ini," tambahnya.