Menteri keuangan

Sri Mulyani Serahkan Memori Jabatan

Kompas.com - 19/05/2010, 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat pimpinan yang digelar di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (19/5/2010) pagi tadi, mungkin menjadi rapim terakhir bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya dalam rapim tersebut, Sri Mulyani telah menyerahkan memori jabatannya.

Hal ini diakuinya ketika menyampaikan kesan dan pesan dalam acara perpisahan bersama rekan-rekan sealmamaternya di gedung Magister Management Universitas Indonesia, Rabu siang.

"Saya bisa mengatakan di dalam lima tahun bekerja atau lebih karena tadi pagi kita rapatnya menyelesaikan memori akhir jabatan saja," tuturnya dalam acara perpisahan.

Dalam memori jabatan tersebut, Sri Mulyani mengatakan banyak poin konstruktif yang dibagikannya dalam membangun negara. Dalam memorinya, dia juga memberikan semacam testimoni bahwa banyak pegawai-pegawainya di berbagai posisi yang betul-betul memiliki niat keinginan dan kesungguhan bekerja untuk tujuan mulia dan jauh dari keinginan diri sendiri. Merekalah yang disebut aset-aset bangsa.

"Saya bekerja di Kemenkeu dan Menko saya melihat banyak birokrat yang juga berani memihak kepada kepentingan rakyat. Kalau diberi kondisi yang tak ideal paling tidak mereka diam saja, tidak berontak, hanya diam. Oleh karena itu, kita butuhkan guidance dari orang-orang seperti yang ada di FE UI ini," tambahnya.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau