Terorisme

Reza Sungkar Dijebak Dulmatin

Kompas.com - 19/05/2010, 19:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Reza Sungkar alias Abu Hamzah alias Daud alias Babe, buronan kasus terorisme yang dikabarkan mengaku sepupu artis Shireen Sungkar, menyerahkan diri ke polisi, Rabu (19/5/2010) sore. Kepada wartawan, Reza mengaku dijebak.

"Saya awalnya diajak untuk mendalami agama," katanya di Mabes Polri, Jakarta. Reza diajak ikut pengajian yang digelar di Pamulang, Tangerang, Jawa Barat. Sayangnya, Reza enggan mengungkap pengajian dan pimpinan pengajian yang dimaksud.

Saat ikut pengajian itu, lanjut Reza, dia diajak belajar syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Menurut dia, Aceh dipilih oleh teman-temannya karena provinsi itu telah menerapkan syariat Islam.

"Sasarannya Aceh dan Aceh itu syariat Islam. Saya pun setuju. Saya berminat mukim di sana," akunya. Lalu, mengapa dia terlibat kegiatan latihan teroris di Aceh?

"Saya tidak tahu akan terjadi seperti ini. Memang awalnya tidak dijelaskan seperti itu. Saya tidak tahu sama sekali," ungkapnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang mengungkapkan, Reza ke Aceh karena diajak oleh Dulmatin. Dia bertemu Dulmatin di Lampung dan diajak mendalami agama. (Vanroy Pakpahan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau