BISHKEK, KOMPAS.com - Dilaporkan dua orang tewas dalam bentrokan di Kirgistan selatan, pada Rabu (19/5/2010), saat pemerintah sementara berusaha menegakkan ketertiban.
Suara tembakan terdengar dalam bentrokan di jalan-jalan antara para pemrotes dan pasukan polisi khusus di kota Jalalabad, tempat ratusan pengunjuk rasa bersenjatakan kayu dan batu mengepung satu universitas lokal, demikian dikatakan para pejabat.
"Dua orang tewas dan 45 lainnya cedera dalam baku tembak di kota Jalalabad," kata hubungan masyarakat kementerian kesehatan.
Di ibu kota Bishkek, pemimpin pemerintah sementara Roza Otunbayeva menyebut situasi itu tegang dan mengatakan ketegangan antar etnik antara Uzbekistan dan Kirgistan meningkatkan kerusuhan itu.
"Situasi di Jalalabad hari ini tegang. Para pemrotes berusaha merebut gedung universitas itu dan membakarnya," katanya kepada wartawan.
"Kami menyalahkan aksi-aksi itu pada konflik etnik. Antara Uzbekistan dan Kirgistan," katanya.
Kerusuhan itu terjadi setelah bentrokaan-bentrokan pekan lalu yang menewaskan satu orang dan mencederai sejumlah lainnya ketika ratusan pendukung Bakiyev berkelahi dengan faksi-faksi yang setia pada pemerintah, menduduki sebentar gedung-gedung penting daerah itu.
Mengutip para saksi mata, kantor berita Aki-Press Kisrgistan mengatakan satu kelompok massa sekitar 1.500 warga Uzbekistan bersenjatakan kayu menyerbu pusat kota Jalababad, sementara toko-toko dan bank-bank tutup.
Di universitas lokal itu, sekitar 500 warga Uzbekistan terlibat bentrokan dengan aparat penegak hukum. "Mereka melemparkan batu ke polisi dan karyawan pemerintah daerah," kata Zamir Sadirov.
"Para pemerotes menuntut pengunduran diri rektor universitas itu dan gubernur sementara daerah itu," kata kepala sebuah organisasi swadaya masyarakat.
Para pemimpin sementara, yang mengambil alih kekuasaan setelah Bakiyev digulingkan dalam satu pemberotnakan bulan lalu, sejauh ini menghindar menggunakan pasukan keamanan menghadapi para pemrotes dalam usaha tidak meningkatakan ketegangan.
Tetapi Otunbayeva, Rabu mengatakan pemerintah sementara telah mengirim pasukan khusus ke daerah Osh untuk menstabilkan situasi dan pasukan itu sedang dalam perjalanan mereka untuk menegakkan ketertiban di Jalalabad.
"Kami dapat menghentikan konflik itu, kami memiliki kekuatan," katanya kepada wartawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang