Ibu Hamil Wajib Periksa Gigi

Kompas.com - 20/05/2010, 08:01 WIB

KOMPAS.com — Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan berpengaruh besar pada kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Tidak jarang ibu hamil mengalami pembengkakan gusi sehingga gampang berdarah. Masalah pada gigi juga bisa berpengaruh buruk bagi janin.

"Perubahan hormon akibat kehamilan bisa menimbulkan beberapa perubahan pada kondisi mulut. Salah satunya adalah masalah pada gusi," kata Dr Homa Amini dalam publikasi hasil risetnya yang dimuat dalam jurnal General Dentistry.

Gingivitis (radang gusi) terjadi karena penumpukan plak yang menyebabkan inflamasi di bagian gusi. Plak yang tidak dibersihkan akan menyimpan begitu banyak bakteri. Masalah pada gusi lainnya adalah gusi mudah berdarah, gusi bengkak, sakit di bagian gusi, serta gigi yang mudah goyang.

Bila radang gusi tidak diatasi, bisa menyebabkan masalah yang lebih serius atau periodontitis. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Pasien biasanya menunda perawatan gigi karena alasan keamanan, padahal perawatan gigi secara rutin selama kehamilan cukup aman," kata Amini. Mengutip data di Amerika, hanya sepertiga ibu hamil yang mengunjungi dokter gigi ketika hamil.

Kendati jarang terjadi, perubahan hormon bisa menimbulkan tumor di mulut. Tumor ini biasanya muncul pada awal kehamilan dan akan menghilang setelah kelahiran. Namun, operasi untuk mengangkat tumor ini perlu dilakukan bila terjadi perdarahan atau mengganggu kenyamanan saat makan.

Ibu hamil juga perlu memerhatikan kebersihan giginya karena gejala morning sickness di awal kehamilan menyebabkan naiknya derajat keasaman di mulut yang berujung pada gigi berlubang. Karena itu, segera bersihkan gigi dengan menyikat atau berkumur setelah mengalami muntah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau