SMI: Saya Titip Kemenkeu, I Love U Full

Kompas.com - 20/05/2010, 10:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak hanya pesan kebangkitan nasional yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (20/5/2010). Sejumlah pesan ditinggalkannya menjelang detik-detik serah terima jabatan yang akan dilakukan sore nanti. Pesan-pesan itu bertabur sejak memimpin apel terakhirnya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional hingga keluar dari kompleks Kementerian Koordinator Perekonomian.

Dalam apel itu, Sri Mulyani dengan jelas meninggalkan pesan bagi jajarannya untuk mendukung kinerja menteri penggantinya. "Dukung menteri yang baru. Bantu semaksimal mungkin," tuturnya.

Dia berharap reformasi terus dilanjutkan untuk mencintai bangsa dan negara serta mengisi kebangkitan nasional dengan kerja keras agar Indonesia menjadi negara yang dihormati. Menurut dia, cita-cita persatuan dalam momen kebangkitan nasional yang digoreskan melalui pembentukan Budi Utomo harus diteruskan oleh Kementerian Keuangan. Pekerjaan dalam mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada belum selesai.

"Tantangan berasal dari dalam bukan tidak mungkin dapat memecah-belah persatuan. Oleh karena itu, Kemenkeu sebagai kementerian besar harus menjadi komponen pemersatu bangsa," tambahnya.

Sementara itu, seusai apel, Sri Mulyani yang menyempatkan diri beramah-tamah dengan para pejabat Eselon I dan II ditunggu oleh para pegawainya. Mereka membentuk barisan panjang sambil membawa bunga mawar dan spanduk selamat jalan. Ketika Sri Mulyani keluar, mereka berupaya mendekat, menyalami Sri Mulyani, serta menyerahkan bunga dan tanda mata yang mereka bawa.

Sejumlah pegawai perempuan berteriak histeris memanggil Sri Mulyani agar perempuan yang per 1 Juni akan menjabat sebagai Managing Director World Bank ini menolehkan wajah dan menyalami mereka. Dari pintu masuk gedung Maramis II hingga pintu gerbang Kementerian Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani berjalan. Raut terharu tampak jelas di wajahnya dengan momen perpisahan menteri yang sangat berkesan.

"Saya titip Kementerian Keuangan. I love you full. Saya cinta kalian semua," ungkapnya sambil memeluk salah satu pegawai.

Sebelum Sri Mulyani masuk ke dalam mobil, salah satu pegawai bahkan sempat berteriak melontarkan pesannya. Entah mendengar atau tidak, Sri Mulyani segera masuk ke dalam mobilnya. "Ibu, 2014 kembali ke Indonesia jadi presiden ya," seru si pegawai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau