JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Menteri Keuangan baru, Agus Martowardojo. Salah satunya keberanian untuk memberantas "bandit-bandit" ekonomi.
Hal itu dikatakan anggota Komisi XI asal Fraksi PDI Perjuangan, Arief Budimanta. Komisi XI, selaku mitra Kementerian Keuangan, berharap, Agus bisa menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Sri Mulyani. "Satu hal yang belum berhasil diatasi Bu Ani adalah berkeliarannya 'bandit-bandit' ekonomi. Keberanian Menkeu untuk memberantas bandit-bandit ekonomi menentukan peningkatan penerimaan negara," kata Arief, Kamis (20/5/2010), di Gedung DPR, Jakarta.
"Bandit-bandit" ekonomi yang dimaksudnya adalah pelaku-pelaku yang selama ini menghambat pembangunan ekonomi pro rakyat. "Markus pajak, atau orang-orang yang menghambat pertumbuhan ekonomi, itu adalah bandit ekonomi," terangnya.
Dia juga mengatakan, Agus harus menerapkan kebijakan-kebijakan ekonomi pro rakyat secara ekstrem. Tiga parameter kebijakan pro rakyat diantaranya, APBN 2011 yang akan dikawalnya tidak boleh mengalami defisit, menghapuskan penerbitan surat utang negara (SUN) pada tahun 2011 dan mengingkatkan tax ratio hingga 15 persen.
Selama ini, dalam sepak terjangnya sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Agus dinilai lebih pro kekuatan kapital dan tidak memberikan akses modal yang sama pada pelaku ekonomi lama dan baru. "Saat dia memimpin Bank Mandiri, masih terjadi asimetric power. Dia tidak bisa menciptakan kesetaraan antara pelaku ekonomi baru dan lama untuk sama-sama mendapat akses modal. Tidak terlihat pro pada UMKM," ujar Arief.
Dari sisi akseptabilitas, kata dia, Komisi XI tak ada alasan untuk menolak atau menerima pilihan Presiden yang dijatuhkan pada Agus. Bila kinerjanya tak seperti diharapkan, Agus diminta siap dan terbuka menerima segala kritik dan masukan anggota Dewan. "Kita tunggu hasil kerjanya. Kata Presiden, beliau katanya dikenal pasar. Pasar yang mana? Apakah pasar segitiga emas Jakarta atau pasar parung, pasar tanah abang," kata Arief.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang