Kongres partai demokrat

Belasan Baliho Andi Mallarangeng Dirobek

Kompas.com - 20/05/2010, 18:22 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Belasan baliho ukuran sedang dan besar kandidat Ketua Umum Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, dirusak si tangan jahil. Kerusakan spanduk mulai dari dirobek, dicat pilox, hingga dirobohkan. Pemandangan tersebut terjadi di Jalan Tamansari dan Jalan Siliwangi, Kota Bandung.

Di kawasan ini, baliho Andi Mallarangeng terlihat berjejer diselingi dengan bendera Partai Demokrat. Sebuah baliho besar di Jembatan Siliwangi terlihat mengalami kerusakan yang parah. Beberapa pekerja yang sedang memasang bendera Partai Demokrat berada tak jauh dari baliho-baliho yang rusak karena dirobek, dicat, dan dirobohkan tersebut.

Tidak ada yang mengetahui kapan baliho-baliho tersebut tepatnya dirobek. Namun, diduga aksi merusak baliho Andi Mallarangeng tersebut dilakukan pada malam hari.

"Saya tidak tahu Pak, tiba-tiba sudah robek, namun bekas robekan ini belum terlihat lama," kata seorang pedagang buah yang melintas tak jauh dari baliho yang rusak, Kamis (20/5/2010).

Alat peraga kampanye Andi Mallarangeng memang mendominasi hampir di setiap sudut Kota Bandung. Berbeda dengan dua kandidat lainnya, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Ali, pada Kongres II Partai Demokrat yang akan berlangsung di Mason Pine Padalarang ini, Andi Malarangeng tampil dengan alat peraga yang banyak. Tidak hanya satu model baliho, terdapat beberapa variasi baliho yang dikemas dengan berbagai tulisan yang mengajak dan menarik. (Tribun Jabar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau