Ketum demokrat

Yahya Sacawirya Dukung Andi

Kompas.com - 20/05/2010, 21:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Peluncuran buku Andi Mallarangeng (AM): Merebut Masa Depan di Hotel Sheraton, Kamis (20/5/2010) malam, diwarnai sinyal-sinyal menarik yang menuju aklamasi untuk kemenangan AM. Sinyal pertama adalah adanya kehadiran putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro, dalam peluncuran buku tersebut.

Sinyal kedua adalah berbagai teriakan para pengunjung yang hadir yang meneriakkan yel-yel "aklamasi" di ruang Saragosa tempat peluncuran buku. Sinyal keempat adalah adanya pernyataan meyakinkan dari salah seorang anggota senior Adjeng Ratna Suminar yang menegaskan jika dalam Kongres II Demokrat di Kabupaten Bandung Barat kali ini, AM akan menang secara aklamasi. "Yakin, Pak Andi akan menang aklamasi," tegas Adjeng.

Sinyal terakhir adalah adanya pembelotan dari Yahya Sacawirya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat 2009 yang kini secara resmi mendukung AM.

Hal itu ditegaskan Yahya saat menggelar jumpa pers mendadak di sela acara peluncuran buku yang dilakukan di lobi hotel.

Kepada para wartawan, Yahya mengungkapkan dirinya secara resmi menjadi pendukung AM di kongres ini. "Malam ini, saya menyatakan bahwa saat ini secara resmi saya mendukung Pak Andi Malarangeng," kata Yahya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Yahya merupakan bagian dari tim sukses Anas Ubaningrum. Hal itu diungkapkan secara gamblang oleh Yahya.

"Ya sebelumnya saya bagian tim sukses Pak Anas, tapi saya mempunyai hak untuk menentukan pilihan. Saya melihat Pak Andi akan mampu membawa Partai Demokrat meraih 30 persen suara pada 2014 nanti. Saya yakin bahwa saya memilih orang yang tepat," katanya. (Tribun Jabar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau