Krisis thailand

Adanya Evakuasi WNI Dibantah

Kompas.com - 20/05/2010, 23:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Berita evakuasi 300 WNI di Bangkok ke Kuil (Wat) Arun dibantah sejumlah Warganegara Indonesia di Bangkok. Agus Nugroho, WNI yang tinggal di apartemen berseberangan dengan KBRI di Petchburi Road, Kamis (20/5/2010) malam, membantah adanya evakuasi yang dilakukan KBRI ke Wat Arun.

"Berita evakuasi ke Wat Arun tidak benar. Mekanisme evakuasi tidak jelas. Kita ditawarkan evakuasi waktu situasi sudah rusuh tanggal 19 Mei kemarin," kata Agus.

Agus tinggal satu bangunan apartemen dengan tujuh orang mahasiswa Indonesia. Mereka bertahan di apartemen.

Terhadap keluhan WNI tersebut, anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin akan menghklarifikasi kepada Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI di Bangkok. "Dubes tidak boleh meninggalkan posnya. Saya dengar dia malah tinggal di hotel dekat Bandara dan baru saja pulang dari Seoul di tengah situasi krisis," ujar Hasanuddin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Teuku Faisazyah mengatakan, Dubes M Hatta mengaku sengaja tinggal di dekat bandara dan membuka pelayanan konsuler dan evakuasi bagi WNI karena lokasi tersebut mudah dijangkau.

Menurut dia, 53 WNI yang diketahui tinggal di Petchburi mengaku masih dalam keadaan aman. Mereka tetap ingin tinggal di tempat dan tidak mengalami masalah logistik. KBRI akan mengunjungi warga, Jumat besok, sambil membagikan sembako.

Sejumlah media asal Indonesia yang berada di Bangkok saat ini adalah TV One, Metro TV, SCTV, dan Harian Kompas. KBRI membuka layanan konsuler di Hotel Grand Mercure Fortune, Ratchada, Bangkok.

Dari Bangkok dibakarkan, jam malam (curfew) diberlakukan pukul 21.00 hingga pukul 05.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau