Yuk, Imunisasi Saat Dewasa!

Kompas.com - 21/05/2010, 07:48 WIB

KOMPAS.com — Tahukah Anda bahwa ternyata orang dewasa juga memerlukan imunisasi? Ya, tidak hanya anak-anak yang memerlukan imunisasi. Tak banyak yang tahu bahwa individu dewasa pun sebaiknya diberikan imunisasi.

Selain berfungsi sebagai salah satu pencegah penyakit yang paling sukses dan efektif, imunisasi juga terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian masyarakat pada umumnya.

Kebijakan imunisasi di Indonesia masih mengutamakan bayi dan anak-anak sehingga membuat peranan imunisasi dewasa menjadi terabaikan. Selain itu, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat menyebabkan minimnya pengetahuan masyarakat pada imunisasi orang dewasa.

Untuk itu, sejak tahun 2003 Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) telah menghasilkan konsensus imunisasi pada orang dewasa sehingga diharapkan terjadi peningkatan kesehatan dari hasil sosialisasi imunisasi pada individu dewasa.

Diharapkan dengan imunisasi terbentuklah kekebalan terhadap penyakit tertentu sehingga pada masa depan penyakit tersebut tidak ada lagi secara global.

Tujuan imunisasi adalah memberikan suatu memori dari adanya suatu patogen tertentu atau toksin sehingga bisa meningkatkan derajat imunitas dan memberikan proteksi imun.

American Society of Internal Medicine menyatakan, sebenarnya imunisasi orang dewasa bisa mencegah kematian sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak. Namun sangat disayangkan bahwa pemberian imunisasi dewasa masih banyak mengalami kendala.

Sebenarnya, mengapa orang dewasa masih tetap membutuhkan imunisasi? Hal ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya karena pemberian imunisasi pada saat kecil tidak dapat menjamin adanya kekebalan untuk seumur hidup.

Selain itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), imunisasi membuat kita sehat dan sama pentingnya dengan diet dan olahraga dalam menjaga kesehatan serta aman dan efektif. Dengan demikian, imunisasi bisa menjaga kesehatan sehingga biaya perawatan penyakit akan lebih murah dan produktivitas tetap terjaga.

Beberapa fakta yang mendukung pentingnya imunisasi dapat terlihat dari tingginya angka kematian akibat influenza hingga 360.000 dan 200.000 kasus rawat inap yang terjadi di Amerika Serikat. Selain itu, dua strain human papilloma virus (HPV) menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks, bahkan pada infeksi virus hepatitis B dan komplikasinya telah menyebabkan 5.000 kematian setiap tahun.

Sebenarnya imunisasi apa saja yang dapat dilakukan pada individu dewasa? Beberapa di antaranya vaksin influenza, pneumokokus, hepatitis B, yellow fever juga HPV. Selain itu, masih banyak yang sedang dikembangkan agar dapat bermanfaat bagi kesehatan bersama.

Untuk itu, pergunakanlah manfaat imunisasi bagi Anda para individu dewasa sehingga Anda pun merasakan manfaat dari imunisasi terhadap kesehatan Anda.

dr Intan Airlina Febiliawanti

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau