Anggito mundur

Anggito: Sudah Menunggu Enam Bulan

Kompas.com - 21/05/2010, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemunduran Anggito Abimanyu dari jabatannya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, secara eksplisit, diakuinya, lantaran tidak ada kelanjutan mengenai wakil menteri keuangan.

Januari 2010 lalu, Anggito mengaku, menerima undangan dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam undangan tersebut, Anggito menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), serta menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Presiden menyatakan, saya tidak bisa dilantik karena kepangkatan saya (saat itu Anggito masih berstatus golongan 1B, sementara pejabat karier harus berstatus golongan 1A),” ujarnya ditemui KONTAN usai Rapat Pimpinan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/5/2010).

Namun, setelah hampir enam bulan menunggu janji Presiden tersebut, dan meski saat ini Anggito berstatus golongan 1A, Presiden malah menunjuk Anny Rahmawati yang duduk di kursi Wakil Menkeu, mendampingi Menkeu Agus Martowardojo.

“Kepangkatan saya sudah selesai, bahkan sepekan setelah saya menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja sebagai Wakil Menkeu, golongan 1A itu sudah ditetapkan. Saya menunggu selama enam bulan, tapi sekarang tidak ada tindaklanjutnya. Ya sudah, kalau tidak bisa, saya ke UGM (Universitas Gajah Mada) saja, ada karpet merah di sana,” kata Anggito diselingi guyon.

Menurut dia, dirinya belum menerima penjelasan apa pun dari Presiden hingga saat ditetapkannya Anny Rahmawati sebagai Wakil Menkeu. Nah, sebagai profesional yang memiliki reputasi dan harga diri, dia menekankan, untuk mundur saja dan menolak tawaran jabatan apapun.

“Saya harap ini jadi pelajaran, seseorang yang punya integritas, yang mampu dan sudah ditetapkan itu punya harga diri. Kalau saya ditawari jabatan, terimakasih, saya tidak akan terima,” tegas dia. (Christine Novita Nababan/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau